Rupiah Merangkak Naik di Akhir Sesi, USD Lesu di Tengah Isu Pangkas Suku Bunga
Senin, 02 Maret 2020 - 17:37 WIB
Rupiah Merangkak Naik di Akhir Sesi, USD Lesu di Tengah Isu Pangkas Suku Bunga
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (2/3/2020) merangkak naik untuk mencoba membaik setelah sempat terjerembab sangat dalam di sesi sebelumnya. Pemulihan kurs rupiah mengiringi dolar yang tak berdaya di tengah wabah virus corona dan pemangkasan suku bunga acuan AS.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange justru berbalik melawan hingga menyentuh posisi Rp14.265 per USD dari sesi penutupan kemarin yang bertengger di Rp14.317/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.257-Rp14.407/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore juga terlihat menujukkan penguatan yakni Rp14.207/USD. Raihan tersebut terjadi saat tekanan global masih membayangi pergerakan mata uang Garuda
Sementara Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah masih tertekan pada level Rp14.260/USD di akhir sesi atau belum cukup baik dari penutupan sebelumnya Rp14.229/USD. Meski sedikit terkoreksi bila dibandingkan sesi pembukaan dan siang, laju negatif rupiah bergerak pada kisaran Rp14.229 hingga 14.390/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di posisi Rp14.413 per USD untuk mengakhiri perdagangan dengan lanjutan tren negatif. Posisi ini memperlihatkan rupiah loyo usai kemarin berada di Rp14.234/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar menyerah saat berhadapan dengan Aussie, Euro, Pound dan Yuan. Tercatat Euro terakhir diperdagangkan 0,3% lebih tinggi terhadap USD pada level 1,059. Sedangkan Dolar Australia mencetak kenaikan 0,4% menjadi 0,6531 per USD, begitu juga dengan pounds yang berangsur 0,2% lebih tinggi ke posisi 1,2939 versus dolar AS.
Namun harapan The Fed bakal memangkas suku bunga acuan AS diyakini bakal menjadi dorongan. Dibantu oleh pelemahan dolar dan tanda stabilisasi dalam epidemi virus corona di China, Yuan melonjak mendekati posisi tertinggi tiga pekan menjadi 6,9703 per dolar.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange justru berbalik melawan hingga menyentuh posisi Rp14.265 per USD dari sesi penutupan kemarin yang bertengger di Rp14.317/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.257-Rp14.407/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore juga terlihat menujukkan penguatan yakni Rp14.207/USD. Raihan tersebut terjadi saat tekanan global masih membayangi pergerakan mata uang Garuda
Sementara Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah masih tertekan pada level Rp14.260/USD di akhir sesi atau belum cukup baik dari penutupan sebelumnya Rp14.229/USD. Meski sedikit terkoreksi bila dibandingkan sesi pembukaan dan siang, laju negatif rupiah bergerak pada kisaran Rp14.229 hingga 14.390/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di posisi Rp14.413 per USD untuk mengakhiri perdagangan dengan lanjutan tren negatif. Posisi ini memperlihatkan rupiah loyo usai kemarin berada di Rp14.234/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar menyerah saat berhadapan dengan Aussie, Euro, Pound dan Yuan. Tercatat Euro terakhir diperdagangkan 0,3% lebih tinggi terhadap USD pada level 1,059. Sedangkan Dolar Australia mencetak kenaikan 0,4% menjadi 0,6531 per USD, begitu juga dengan pounds yang berangsur 0,2% lebih tinggi ke posisi 1,2939 versus dolar AS.
Namun harapan The Fed bakal memangkas suku bunga acuan AS diyakini bakal menjadi dorongan. Dibantu oleh pelemahan dolar dan tanda stabilisasi dalam epidemi virus corona di China, Yuan melonjak mendekati posisi tertinggi tiga pekan menjadi 6,9703 per dolar.
(akr)