alexametrics

Kementan Pastikan Ketersediaan 11 Bahan Pokok Tetap Aman

loading...
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan 11 kebutuhan bahan pokok untuk bulan puasa mendatang aman dan terkendali. Kepastian ini sekaligus menepis adanya kekhawatiran sebagian masyarakat atas minimnya bahan pangan pascapengumuman dua kasus positif virus corona di Indonesia.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena persediaan 11 kebutuhan bahan pokok kita aman," ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Menurut Kuntoro, kesebelas bahan pokok itu diantaranya bahan utama beras, kemudian jagung, lalu bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi atau kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan minyak goreng.



"Beras kita untuk produksi Januari-Mei diperkirakan mencapai 13,7 Juta ton. Dengan total konsumsi domestik di periode yg sama sekitar 7,6 juta ton, ketersediaan masih aman. Lalu untuk produksi jagung dalam negeri juga diperkirakan mencukupi dengan panen periode Januari-Mei ini diperkirakan mencapai 7,8 juta ton dengan kebutuhan sekitar 4,7 juta ton, pada periode yg sama. Ini artinya bahwa produksi kita masih surplus," jelasnya.

Kuntoro mengatakan, dari kebutuhan pokok yang utama, dua komoditas yang ketersediaannya masih membutuhkan impor. Komoditas tersebut adalah bawang putih dan daging sapi. Meski demikian, kata Kuntoro, kekurangan tersebut terus diupayakan dipenuhi dari petani dalam negeri yang masih bisa berproduksi di dalam negeri.

"Sisanya, baik cabai, telur, gula dan minyak goreng kita pastikan aman, bahkan mencukupi sampai hari raya idul Fitri 2020 mendatang," tegasnya.

Sementara itu, tahun ini kementan telah menargetkan produksi komoditas padi sebanyak 59,15 juta ton, bawang merah, 1,66 juta ton, cabai besar 1,35 juta ton dan cabai rawit sebanyak 1,47 juta ton.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top