IHSG Kokoh di Akhir Sesi, Terkerek 131,51 Poin Saat Bursa Asia Melompat Tinggi
Rabu, 04 Maret 2020 - 16:47 WIB
IHSG Kokoh di Akhir Sesi, Terkerek 131,51 Poin Saat Bursa Asia Melompat Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Rabu (4/3/2020) melompat tinggi di akhir sesi untuk melengkapi tren positif sepanjang hari ini. Penguatan bursa saham Tanah Air bertahan hingga sesi penutupan, dimana IHSG terdongkrak 131,51 poin yang setara 2,38% hingga menyentuh level 5.650,14.
Sebelumnya pada sesi siang, pasar saham dalam negeri bertambah 105,19 poin atau 1.91% menjadi 5,623.82. Raihan ini melaju nyaman sejak pembukaan pagi tadi yang meningkat 29,050 poin yang setara 0,526% di posisi 5.547,68 atau lebih baik dari 5.518,63 pada akhir sesi Selasa (3/3), kemarin.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,20 triliun dengan 6,38 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp363,55 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,90 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,53 triliun. Tercatat sebesar 176 saham menguat, 240 saham melemah dan 166 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) naik Rp125 menjadi Rp2.000, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) bertambah Rp100 ke posisi Rp3.600 dan PT Astra International Tbk. (ASII) meningkat Rp75 menjadi Rp5.975.
Selanjutnya saham-saham dengan pelemahan yakni PT Siantar Top Tbk (STTP) turun Rp1.150 menjadi Rp5.250, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) menyusut Rp1.000 ke posisi Rp5.000 serta PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) berkurang Rp105 menjadi Rp845.
Di sisi lain bursa saham di Asia Pasifik kebanyakan lebih tinggi pada hari Rabu setelah Federal Reserve AS mengumumkan pemangkasan suku bunga sebagai tindakan darurat. Indeks Kospi memimpin keuntungan di antara pasar utama Asia karena melonjak 2,24% untuk berakhir di 2.059,33,
Hal ini setelah negeri Ginseng mengusulkan anggaran tambahan senilai USD9.86 Miliar untuk memerangi wabah virus corona dan dampak ekonominya. Korea Selatan sejauh ini memiliki lebih dari 5.300 kasus yang menjadikannya negara dengan jumlah tertinggi yang terinfeksi di luar China.
Saham daratan China lebih tinggi pada hari ini, dimana komposit Shanghai bertambah 0,63% untuk berada di posisi 3.011,67 dan Komposit Shenzhen meningkat 0,361% menjadi 1.895,74. Indeks Hang Seng, Hong Kong juga tergelincir 0,22% setelah Purchasing Manager index sentuh rekor terendah di 33,1 pada bulan Februari.
Pada tempat lain, indeks Nikkei Jepang ditutup fraksional lebih tinggi pada posisi 21.100,06 sementara indeks Topix mengakhiri perdagangan tengah pekan hari ini dengan 0,17% lebih rendah di 1.502,50. Tren pelemahan juga terjadi pada bursa patokan Australia dimana S&P/ASX 200 menutup 1,71% lebih rendah di level 6.325,40. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang meningkat hingga 0,43%.
Sebelumnya pada sesi siang, pasar saham dalam negeri bertambah 105,19 poin atau 1.91% menjadi 5,623.82. Raihan ini melaju nyaman sejak pembukaan pagi tadi yang meningkat 29,050 poin yang setara 0,526% di posisi 5.547,68 atau lebih baik dari 5.518,63 pada akhir sesi Selasa (3/3), kemarin.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,20 triliun dengan 6,38 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp363,55 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,90 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,53 triliun. Tercatat sebesar 176 saham menguat, 240 saham melemah dan 166 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) naik Rp125 menjadi Rp2.000, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) bertambah Rp100 ke posisi Rp3.600 dan PT Astra International Tbk. (ASII) meningkat Rp75 menjadi Rp5.975.
Selanjutnya saham-saham dengan pelemahan yakni PT Siantar Top Tbk (STTP) turun Rp1.150 menjadi Rp5.250, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) menyusut Rp1.000 ke posisi Rp5.000 serta PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) berkurang Rp105 menjadi Rp845.
Di sisi lain bursa saham di Asia Pasifik kebanyakan lebih tinggi pada hari Rabu setelah Federal Reserve AS mengumumkan pemangkasan suku bunga sebagai tindakan darurat. Indeks Kospi memimpin keuntungan di antara pasar utama Asia karena melonjak 2,24% untuk berakhir di 2.059,33,
Hal ini setelah negeri Ginseng mengusulkan anggaran tambahan senilai USD9.86 Miliar untuk memerangi wabah virus corona dan dampak ekonominya. Korea Selatan sejauh ini memiliki lebih dari 5.300 kasus yang menjadikannya negara dengan jumlah tertinggi yang terinfeksi di luar China.
Saham daratan China lebih tinggi pada hari ini, dimana komposit Shanghai bertambah 0,63% untuk berada di posisi 3.011,67 dan Komposit Shenzhen meningkat 0,361% menjadi 1.895,74. Indeks Hang Seng, Hong Kong juga tergelincir 0,22% setelah Purchasing Manager index sentuh rekor terendah di 33,1 pada bulan Februari.
Pada tempat lain, indeks Nikkei Jepang ditutup fraksional lebih tinggi pada posisi 21.100,06 sementara indeks Topix mengakhiri perdagangan tengah pekan hari ini dengan 0,17% lebih rendah di 1.502,50. Tren pelemahan juga terjadi pada bursa patokan Australia dimana S&P/ASX 200 menutup 1,71% lebih rendah di level 6.325,40. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang meningkat hingga 0,43%.
(akr)
Lihat Juga :