Gairahkan Industri, Agus Gumiwang Akan Bebaskan Bea Masuk Impor Bahan Baku

Rabu, 04 Maret 2020 - 23:09 WIB
Gairahkan Industri,...
Gairahkan Industri, Agus Gumiwang Akan Bebaskan Bea Masuk Impor Bahan Baku
A A A
JAKARTA - Penyebaran virus corona secara global membuat sektor industri melesu. Hal ini disebabkan terbatasnya pasokan bahan baku, terutama dari China. Untuk menggairahkannya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana membebaskan bea masuk impor bahan baku dari beberapa negara.

Menteri perindustrian, Agus Gumiwang Kertasasmita, mengatakan pemerintah akan membebaskan bea masuk impor bahan baku agar dapat mengurangi beban bagi pelaku industri.

"Impor-impor yang tujuannya bahan baku kalau bisa dinolkan, justru akan bagus. Paling tidak ada keringanan bea masuk, ini agar sektor industri kita tidak tertekan," ujar Agus di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Menurutnya jika pemerintah tidak memberikan insentif bagi dunia industri, harga bahan baku akan semakin tinggi. Hal ini akan memberikan tekanan pada industri yang mana akan susah mendapatkan keuntungan.

"Karena ini kan supply and demand-lah. Ketika demand meningkat, supply-nya juga menurun bahkan tidak ada, tentu harganya naik. Jadi negara harus hadir," tambahnya.

Selain membebaskan bea masuk impor bahan baku, pemerintah juga bakal melakukan pengurangan biaya untuk perusahaan yang membuka Letter of Credit (LC) baru.

Sehingga membuat eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri kepada pemesan atau importir dan akan memudahkan pihak-pihak yang berada didalamnya. Namun kebijakan ini hanya berlaku sementara.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian BUMN dan BI (Bank Indonesia). Jadi kalau LC menjadi bagian dari struktur cost itu bisa ditekan, itu dia akan berdampak pada lebih rendahnya harga bahan baku yang harus dibayar oleh industri. Tapi ini sifatnya sementara," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Soal Wacana Darurat...
Soal Wacana Darurat Impor KRL Bekas, Menperin: Berani Nggak Ngeluarin Izinnya
Masuk Fase Ekspansif,...
Masuk Fase Ekspansif, Menperin Optimistis Industri Manufaktur Terus Menggeliat
Menperin Dukung Peningkatan...
Menperin Dukung Peningkatan Pendidikan Vokasi Industri
SNI Wajib Profil Baja...
SNI Wajib Profil Baja Ringan, Senjata Ampuh Adang Gempuran Impor
Fakta-Fakta Loemongga,...
Fakta-Fakta Loemongga, Mantan Model Istri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
1 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
2 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
2 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
3 jam yang lalu
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved