Rupiah Akhir Pekan Diprediksi Bakal Tertekan ke Rp14.300/USD
Jum'at, 06 Maret 2020 - 09:38 WIB
Rupiah Akhir Pekan Diprediksi Bakal Tertekan ke Rp14.300/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan hari ini diprediksi bakal terus tertekan. Sebelumnya mata uang Garuda cenderung tertekan ketika laju mendatar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, dorongan negatif ini dikarenakan pasar keuangan masih didominasi oleh kekhawatiran peningkatan penyebaran virus corona dan dampak negatifnya ke perekonomian global. "Ini mendorong pasar kembali keluar dari aset berisiko kemarin dan rupiah berpotensi tertekan hari ini," ujar Ariston di Jakarta, Jumat (7/3/2020)
Lebih lanjut Ia menerangkan Presiden AS Donald Trump dalam sebuah wawancara hari Kamis mengatakan bahwa virus corona akan menekan perekonomian AS. Jumlah kematian dan kasus virus corona di AS masih terus bertambah.
"Beberapa analis mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan Q1 China akan tertekan sangat dalam. Tingkat imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terus turun ke level terendah baru, sepanjang masa di kisaran 0,892%," katanya.
Dia menambahkan penurunan ini menunjukkan minat yang tinggi untuk aset aman. Obligasi pemerintah AS termasuk aset aman. "Potensi USD to IDR Rp14.190 hingga Rp14.300 per USD," jelasnya
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, dorongan negatif ini dikarenakan pasar keuangan masih didominasi oleh kekhawatiran peningkatan penyebaran virus corona dan dampak negatifnya ke perekonomian global. "Ini mendorong pasar kembali keluar dari aset berisiko kemarin dan rupiah berpotensi tertekan hari ini," ujar Ariston di Jakarta, Jumat (7/3/2020)
Lebih lanjut Ia menerangkan Presiden AS Donald Trump dalam sebuah wawancara hari Kamis mengatakan bahwa virus corona akan menekan perekonomian AS. Jumlah kematian dan kasus virus corona di AS masih terus bertambah.
"Beberapa analis mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan Q1 China akan tertekan sangat dalam. Tingkat imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terus turun ke level terendah baru, sepanjang masa di kisaran 0,892%," katanya.
Dia menambahkan penurunan ini menunjukkan minat yang tinggi untuk aset aman. Obligasi pemerintah AS termasuk aset aman. "Potensi USD to IDR Rp14.190 hingga Rp14.300 per USD," jelasnya
(akr)