Kementan Pastikan Stok Daging dan Telur Hingga Lebaran Aman

Jum'at, 06 Maret 2020 - 21:41 WIB
Kementan Pastikan Stok...
Kementan Pastikan Stok Daging dan Telur Hingga Lebaran Aman
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pangan asal hewan aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Idul Fitri 1441 Hijriah yang akan jatuh pada bulan Mei 2020. Pangan asal hewan tersebut terdiri dari daging ayam dan telur ayam ras serta daging sapi.

Berdasarkan hasil Survei Konsumsi Bahan Pokok (VKBP) tahun 2017 dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi daging ayam ras adalah sebesar 12,79 kg/kapita/tahun.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, kebutuhan daging ayam ras sampai bulan Mei 2020 diperkirakan sebesar 1.450.715 ton. Sedangkan dari sisi produksinya hingga Mei 2020 diperkirakan sebanyak 1.721.609 ton.

"Sampai bulan Mei 2020, diperkirakan terdapat surplus daging ayam ras sebesar 270.894 ton, atau rata-rata surplus sebesar 54.179 ton/bulan," jelas Ketut di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Terkait telur ayam ras, Ketut menerangkan bahwa berdasarkan hasil Survei VKBP Tahun 2017 dan Susenas Tahun 2019, konsumsi telur ayam ras adalah sebesar 18,16 kg/kapita/tahun.

Kebutuhan telur ayam ras sampai bulan Mei 2020 diperkirakan sebesar 2.059.735 ton. Sementara berdasarkan potensi produksi telur ayam ras sampai bulan Mei 2020, diperkirakan sebesar 2.084.641 ton. "Hal ini berarti masih ada surplus sebesar 24.906 ton atau 4.981 ton per bulan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ketut memaparkan bahwa berdasarkan hasil Survei VKBP Tahun 2017 dan Susenas Tahun 2019, konsumsi daging sapi/kerbau adalah sebesar 2,66 kg/kapita/tahun.

Kebutuhan daging sapi/kerbau sampai bulan Mei 2020 diperkirakan sebesar 302.300 ton. Adapun ketersediaan daging sapi/kerbau sampai Mei 2020 berdasarkan produksi dalam negeri sebesar 165.478 ton.

Berdasarkan data tersebut, masih diperlukan tambahan sebanyak 136.822 ton yang akan dipenuhi melalui impor daging sapi/kerbau sebesar 103.043 ton dan sapi bakalan 252.810 ekor atau setara 56.659 Ton daging. Hal tersebut berdasarkan kondisi realisasi impor sampai dengan tanggal 5 Maret 2020. "Artinya sampai Mei 2020, kita akan ada akumulasi surplus daging sebanyak 22.880 ton," ucapnya.

Ketut berharap bahwa surplus produksi produk pangan asal hewan ini dapat dikelola lebih lanjut menjadi sumber devisa melalui ekspor ataupun diolah menjadi produk olahan untuk menambah nilai jual. “Dengan data-data produksi dan konsumsi tersebut, saya yakin sampai Mei 2020 ini, stok pangan asal hewan mencukupi," tegas Ketut.

Menurut Ketut, secara umum, Indonesia sudah mandiri dalam penyediaan protein hewani dalam negeri, dimana untuk kebututuhan daging ayam dan telur ayam ras sepenuhnya merupakan produksi dalam negeri, bahkan masih ada surplus. Namun demikian, khusus untuk daging sapi, ketersediaannya masih memerlukan dukungan impor.

Ketut meyakini bahwa dengan program peningkatan produksi dan produktivitas sapi dan kerbau yang dilaksanakan pemerintah saat ini, swasembada daging sapi dapat tercapai pada tahun 2026.

"Kami harapkan dengan ketersediaan stok pangan asal hewan yang cukup ini, harga semestinya tetap stabil sampai selesainya HBKN nanti, dan konsumen bisa tenang” pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
H-2 Lebaran, Harga Daging...
H-2 Lebaran, Harga Daging Sapi Naik Jadi Rp121.054 per Kg
Jangan Lupakan Standarisasi...
Jangan Lupakan Standarisasi Keamanan Pangan Jelang Idul Fitri
Harga Telur dan Daging...
Harga Telur dan Daging Ayam Naik, Tim Satgas Pangan Antisipasi Penimbunan
Protein Komplit yang...
Protein Komplit yang Mudah dan Ekonomis Ada pada Telur
Jelang Lebaran, Daging...
Jelang Lebaran, Daging Ayam Mulai Langka di Bangka Tengah
Bansos Telur dan Daging...
Bansos Telur dan Daging Ayam Mulai Disalurkan Hari Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Jadwal One Way, Contra...
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved