alexametrics

Harga Anjlok, Edhy Prabowo Siap Serap 1,5 Juta Ton Garam Petani

loading...
A+ A-
JAKARTA - Harga garam di tahun 2020 ini benar-benar "asin" bagi petani garam. Betapa tidak, harga garam jatuh hingga Rp200 per kilogram. Padahal di tahun kemarin, harga garam berkisar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram. Untuk menyeimbangkan harga garam yang anjlok, pemerintah akan meningkatkan serapan garam dari petani lokal, dari semula 1,1 juta ton menjadi 1,5 juta ton.

"Kami menargetkan penyerapan garam lokal oleh industri naik menjadi 1,5 juta ton. Kebijakan ini diambil karena harga garam lokal sedang anjlok," tandas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Edhy merinci bahwa kebutuhan garam nasional pada tahun ini diperkirakan mencapai 4,2 juta ton. Sedangkan industri membutuhkan 3,5 juta ton, rumah tangga 320.000 ton, dan komersial 350.000 ton garam. Adapun peternakan dan perkebunan butuh 30.000 ton garam.



Selain meningkatkan penyerapan garam lokal, kata Edhy, pemerintah juga ingin meningkatkan kualitas garam petani dengan teknologi bio membran. Dengan demikian kadar natrium klorida (NaCl) garam akan meningkat sehingga harga garam lokal ikut terangkat.

"Kami cari terobosan-terobosan lain, termasuk pengadaan gudang bagi masyarakat petambak garam kita, dan ini yang terus kita dorong," katanya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top