IHSG Memerah Makin Parah, Sri Mulyani: Semua Pasar Global Melemah
Senin, 09 Maret 2020 - 18:42 WIB
IHSG Memerah Makin Parah, Sri Mulyani: Semua Pasar Global Melemah
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menerangkan, pelemahan sangat dalam yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga secara global. Seperti diketahui IHSG hari ini di perdagangan awal pekan ditutup terjun bebas hingga -6,58% atau setara dengan -361,73 poin di level 5.136,81.
Adapun terang mantan Direktur Bank Dunia itu, bahwa pelemahan IHSG ini menyusul pelemahan yang terjadi pada pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street. Pasalnya, seluruh pasar saham saling berkaitan satu sama lainnya.
"Itu yang saya sampaikan semua berkaitan. IHSG menyusul Wall Street kemarin karena mereka ada masalah internal maupun kondisi penanganam terhadap risiko virus corona. Maka kemudian paginya kita buka, juga ikut turun," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Senin (9/3/2020).
Sambung dia menerangkan, turunnya IHSG juga kemudian berdampak pada pasar saham di Eropa. Bahkan bursa saham di Inggris yakni The Financial Times Stock Exchange (FTSE) sudah mengalami penurunan hingga 6%. "Dari kita turun, maka Eropa saat ini turun. Kalo kita lihat FTSE yang di London kan udah turun 6% juga," ucapnya.
Menurut Menkeu, pelemahan di semua pasar keuangan dunia ini membuat investor cenderung mencari instrumen investasi yang aman. Misalnya saja seperti Surat Berharga Negara (SBN) ataupun emas berjangka.
"Ini menggambarkan pasar keuangan dunia mengalami apa yang disebut ketidakpastian dan mereka bereaksinya melalui mencari instrumen yang aman. Makan mereka membeli surat berharga. Treasury AS 10 tahun belum pernah terjadi yield-nya turun 1%. Bahkan hanya 0,6% dan pagi tadi bisa 0,3% bahkan ini adalah terendah di dalam sejarah," jelasnya.
Adapun terang mantan Direktur Bank Dunia itu, bahwa pelemahan IHSG ini menyusul pelemahan yang terjadi pada pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street. Pasalnya, seluruh pasar saham saling berkaitan satu sama lainnya.
"Itu yang saya sampaikan semua berkaitan. IHSG menyusul Wall Street kemarin karena mereka ada masalah internal maupun kondisi penanganam terhadap risiko virus corona. Maka kemudian paginya kita buka, juga ikut turun," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Senin (9/3/2020).
Sambung dia menerangkan, turunnya IHSG juga kemudian berdampak pada pasar saham di Eropa. Bahkan bursa saham di Inggris yakni The Financial Times Stock Exchange (FTSE) sudah mengalami penurunan hingga 6%. "Dari kita turun, maka Eropa saat ini turun. Kalo kita lihat FTSE yang di London kan udah turun 6% juga," ucapnya.
Menurut Menkeu, pelemahan di semua pasar keuangan dunia ini membuat investor cenderung mencari instrumen investasi yang aman. Misalnya saja seperti Surat Berharga Negara (SBN) ataupun emas berjangka.
"Ini menggambarkan pasar keuangan dunia mengalami apa yang disebut ketidakpastian dan mereka bereaksinya melalui mencari instrumen yang aman. Makan mereka membeli surat berharga. Treasury AS 10 tahun belum pernah terjadi yield-nya turun 1%. Bahkan hanya 0,6% dan pagi tadi bisa 0,3% bahkan ini adalah terendah di dalam sejarah," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :