alexametrics

Luhut Tegaskan Tambahan Cuti Tidak Ganggu Produktivitas Ekonomi

loading...
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan penambahan hari libur dan cuti bersama tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi. Penambahan cuti ini banyak dikritik oleh beberapa pengusaha.

Sebagai informasi, pada Senin (9/3/2020), pemerintah telah menyepakati perubahan hari libur dan cuti bersama tahun 2020. Awalnya, hari libur dan cuti bersama ada 20 hari, kini menjadi 24 hari.

"Justru pegawai akan merasa senang mendapat tambahan libur. Ya enggak apa-apa, enak toh hari libur. Enggak juga menurunkan produktivitas," kata Luhut.



Luhut menjelaskan penambahan hari libur ini tidak hanya dilakukan oleh Indonesia. Beberapa negara lainnya seperti Australia hingga Singapura juga memperpanjang hari libur. Penambahan hari libur ini diharap bisa menggairahkan sektor pariwisata.

"Semua (negara), bukan kita saja yang membuat itu. Di Australia bikin itu, di Singapura bikin itu. Sekarang kamu lihat Singapura itu 50% penerbangannya sudah hilang. Ke China, dia 90% down. Nah kita ingin genjot pariwisata dengan adanya cuti tambahan," katanya.

Penambahan terletak pada cuti bersama yang sebelumnya empat hari menjadi delapan hari. Rinciannya, cuti bersama pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah bertambah dua hari setelah Lebaran yakni 28 dan 29 Mei 2020. Jadi total hari libur dan cuti bersama Idul Fitri menjadi 26-29 Mei 2020.

Cuti bersama juga ditambahkan pada Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1442 Hijriah yakni 21 Agustus 2020. Sementara, Maulid Nabi Muhammad SAW ditambahkan cuti bersama pada 30 Oktober 2020.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top