IHSG Diprediksi Masih Melemah, Cermati 6 Saham Ini
Jum'at, 13 Maret 2020 - 07:07 WIB
IHSG Diprediksi Masih Melemah, Cermati 6 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini diprediksi masih melanjutkan pelemahan. Kamis kemarin, IHSG berakhir ambruk 5,01% atau 258,36 poin ke level 4.896,75. Jika dibandingkan dengan awal 2020, IHSG telah ambruk 22,28% (year to date).
Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama mengatakan MACD, Stochastic dan RSI masih negatif.
"Di sisi lain, terlihat pola long black marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju level support terdekat," ujar Nafan Aji di Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. ASII
Indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 4820-4920, dengan target harga secara bertahap di level 5000, 5100, 5200, 5275 dan 5525. Support: 4800.
2. BBCA
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area 27300-27800, dengan target harga secara bertahap di level 28200, 28625, 28925 dan 30725. Support: 27050.
3. BBTN
Indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area 1300-1310, dengan target harga secara bertahap di level 1420, 1495, 1550 dan 1780. Support: 1210.
4. BMRI
Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 6225-6425, dengan target harga secara bertahap di level 6650, 6800, 7425 dan 8050. Support: 6175.
5. LPPF
Terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 2260-2270, dengan target harga secara bertahap di level 2380, 2610, 2780, 2910 dan 3440. Support: 2130.
6. WIKA
Indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area 1105-1145, dengan target harga secara bertahap di level 1220, 1325, 1410, 1465 dan 1710. Support: 1105 dan 1035.
Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama mengatakan MACD, Stochastic dan RSI masih negatif.
"Di sisi lain, terlihat pola long black marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju level support terdekat," ujar Nafan Aji di Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. ASII
Indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 4820-4920, dengan target harga secara bertahap di level 5000, 5100, 5200, 5275 dan 5525. Support: 4800.
2. BBCA
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area 27300-27800, dengan target harga secara bertahap di level 28200, 28625, 28925 dan 30725. Support: 27050.
3. BBTN
Indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area 1300-1310, dengan target harga secara bertahap di level 1420, 1495, 1550 dan 1780. Support: 1210.
4. BMRI
Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 6225-6425, dengan target harga secara bertahap di level 6650, 6800, 7425 dan 8050. Support: 6175.
5. LPPF
Terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 2260-2270, dengan target harga secara bertahap di level 2380, 2610, 2780, 2910 dan 3440. Support: 2130.
6. WIKA
Indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area 1105-1145, dengan target harga secara bertahap di level 1220, 1325, 1410, 1465 dan 1710. Support: 1105 dan 1035.
(ven)
Lihat Juga :