Daftar Korban Corona: Pasar Saham, Minyak hingga Mata Uang Kripto

Jum'at, 13 Maret 2020 - 11:55 WIB
Daftar Korban Corona:...
Daftar Korban Corona: Pasar Saham, Minyak hingga Mata Uang Kripto
A A A
JAKARTA - Wabah virus corona telah menjadi momok bagi dunia di tahun 2020 ini. Melansir dari worldometers.info, Jumat (13/3/2020), virus ini telah menjangkiti 127 negara di dunia, dengan jumlah kasus mencapai 134.768 dan merenggut 4.983 nyawa.

Selain korban jiwa, pandemi corona juga telah menghantam perekonomian global. Aktivitas ekspor impor, pariwisata, pasar saham, mata uang, minyak hingga mata uang kripto memperpanjang daftar korban keganasan virus corona.

Melansir dari CNBC, Jumat (13/3/2020), nilai kapitalisasi pasar mata uang kripto (cryptocurrency) Bitcoin anjlok USD93,5 milar atau 48% pada pukul 10:07 waktu Singapura. Pasar uang kripto terpuruk akibat aksi jual yang lebih luas karena para pemerintahan di seluruh dunia terus bergulat dengan virus corona.

Melemahnya Bitcoin telah memupus anggapan banyak kalangan bahwa Bitcoin merupakan "emas digital" dan dianggap sebagai aset safe haven saat pasar menghadapi gejolak. Terpuruknya Bitcoin membuat mata uang digital ini tidak ubahnya seperti aset berisiko seperti pasar saham negara-negara berkembang.

Selain Bitcoin, mata uang kripto lainnya terpukul pada Jumat ini. Melansir dari Coindesk, Ethereum terpukul 49% pada pukul 10:24 waktu Singapura dan XRP babak belur lebih dari 42%.

Selain mata uang kripto, pasar saham global pun dibuat merana. Indeks Dow Jones Industrial Average Amerika Serikat ditutup babak belur 2.352,60 poin atau 9,99% ke level 21.200,62. Ini merupakan penurunan harian terbesar sejak peristiwa "Black Monday" pada 19 Oktober 1987.

Di dalam negeri, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan sementara (trading halt) Indeks Harga Saham Gabungan pada pukul 09.15 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah anjlok 245,16 poin atau 5,01% ke 4.650,58.

Demikian pula dengan harga minyak dunia, yang mengalami pelemahan tiga hari beruntun akibat wabah virus corona secara global yang telah mencengkeram pasar.

Melansir dari Reuters, Jumat (13/3), harga minyak Brent Internasional jatuh 67 sen atau 2% ke level USD32,55 per barel pada pukul 01:26 GMT. Dalam minggu ini, harga Brent telah melemah 28%, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak 18 Januari 1991, ketika itu turun 29% saat pecahnya Perang Teluk I.

Harga minyak berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) rugi 66 sen atau 2,1% menjadi USD30,84 per barel. Harga WTI telah melemah 25% selama minggu ini, terbesar sejak 19 Desember 2008, ketika itu turun 27% pada puncak Krisis Keuangan Global.

Investor khawatir tentang kejatuhan ekonomi global akibat virus corona, seiring penutupan kegiatan bisnis dan lockdown di beberapa kota di dunia. Italia melakukan penutupan toko, restoran, dan Liga Italia. Amerika Serikat pun menghentikan kompetisi bola basket NBA. Dan bebarapa negara di dunia, menutup sekolah dan orang-orang dipaksa bekerja dari rumah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Lebih Dekat...
Mengenal Lebih Dekat Perbedaan Mata Uang Fiat dan Kripto
Donasi Kripto Rp14,29...
Donasi Kripto Rp14,29 Miliar Membantu Mencapai Kesetaraan Vaksin
Islamic Law Firm Diskusikan...
Islamic Law Firm Diskusikan Halal-Haram Menggunakan Uang Kripto
Perluas Akses Investasi...
Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia, TRIV Group Gandeng Indomaret
Baru Coba-Coba Investasi...
Baru Coba-Coba Investasi di Kripto? Ternak Uang Bikin Modul Panduannya
10 Mata Uang Kripto...
10 Mata Uang Kripto Paling Berpengaruh Selain Bitcoin
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
3 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Bukan Dolar AS, Ini...
Bukan Dolar AS, Ini Daftar Mata Uang Termahal di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved