alexametrics

Mandiri Gandeng BPJamsostek Siapkan Perlindungan bagi Debitur KUR

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus meningkatkan dukungannya kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air. Kali ini, Mandiri bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek menyiapkan asuransi perlindungan melalui program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran) bagi debitur KUR Bank Mandiri, terutama pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) seperti wirausahwan, seniman, maupun pekerja informal lainnya.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang menjelaskan, melalui program ini, perseroan membayarkan iuran kepesertaan BPJamsostek untuk periode tiga bulan, yang meliputi jaminan sosial perlindungan kecelakaan kerja dan perlindungan kematian. Pada 2019, Bank Mandiri menyalurkan Rp5 miliar untuk membiayai program GN Lingkaran bagi 99.207 debitur KUR ritel perseroan

“Dukungan perseroan pada program GN Lingkaran ini sejalan dengan amanat UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Saya sepakat bahwa seluruh nasabah KUR harus mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan, karena sebagian besar penyebab kredit bermasalah untuk segmen KUR adalah karena nasabah KUR mengalami sakit atau kecelakaan kerja, sehingga selanjutnya tidak mampu menjalankan bisnis dengan baik,” kata Donsuwan di Jakarta, Jumat (13/3/2020).



Bank Mandiri tahun lalu menyalurkan KUR sebesar Rp25 triliun kepada lebih dari 310.000 debitur di mana nasabah KUR termasuk dalam kelompok pekerja BPU. Adapun tahun ini, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR Rp4,66 triliun pada dua bulan pertama 2020, atau 15,5% dari target tahun ini yang sebesar Rp30 triliun.

Donsuwan menambahkan, kerja sama pemberian donasi program GN Lingkaran tersebut juga diharapkan dapat membantu BPJS Ketenagakerjaan memberikan layanan perlindungan yang optimal kepada para pekerja informal di Tanah Air.

“Dukungan lain kepada BPJS Ketenagakerjaan juga telah kami lakukan melalui program BPJS Ketenagakerjaan Service Payment Office (BKSPO) sejak tahun 2015, di mana program ini memberikan layanan sosialisasi, pendaftaran kepesertaan, dan pengajuan klaim jaminan sosial ketenagakerjaan. Saya ikut mendorong para nasabah KUR Mandiri supaya setelah ini dapat mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS Ketenagakerkaan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJamsostek Ilyas Lubis mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Bank Mandiri yang peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan para pekerja rentan di Indonesia. Hal ini juga patut menjadi contoh bagi institusi lain, karena masih banyak pekerja rentan yang membutuhkan perlindungan saat mereka menjalani aktifitas ekonominya.

Seluruh pekerja rentan tersebut akan terlidungi oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama tiga bulan, dan selanjutnya diharapkan mereka dapat melanjutkan iurannya secara mandiri sehingga dapat terus terlindungi dari segala risiko kecelakaan kerja maupun sosial ekonomi yang bisa terjadi kapan saja.

Program yang telah berjalan sejak tahun 2016 ini merupakan sebuah wadah yang ditujukan untuk membantu perlindungan pekerja rentan melalui donasi pembayaran iuran jaminan sosial ketenagakerjaan dari dana CSR perusahaan-perusahaan baik swasta, BUMN/BUMD ataupun sumbangan masyarakat secara individual.

Ilyas menambahkan bahwa banyak institusi dan masyarakat yang sangat antusias dengan adanya GN Lingkaran. Hal ini dibuktikan dengan jumlah donasi iuran GN Lingkaran yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2019 lalu terkumpul donasi sebesar Rp12 miliar yang disalurkan kepada 255.000 pekerja rentan di seluruh Indonesia.

“Sinergi antara BPJamsostek dengan Bank Mandiri sudah berjalan dengan baik, namun saya berharap ke depannya kerja sama ini dapat terus berkembang dan menciptakan beragam manfaat tambahan khususnya bagi peserta BP JAMSOSTEK dan nasabah Bank Mandiri,” tutup Ilyas.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top