Fesyen Jadi Salah Satu Andalan Produk Kreatif di Pasar Global

Sabtu, 14 Maret 2020 - 23:59 WIB
Fesyen Jadi Salah Satu...
Fesyen Jadi Salah Satu Andalan Produk Kreatif di Pasar Global
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mendorong pelaku ekonomi kreatif, khususnya di subsektor fesyen, untuk bisa mengambil peluang dengan maksimal di pasar global.

Wishnutama mengatakan, dari 17 subsektor ekonomi kreatif pemerintah telah menempatkan fesyen, kuliner, dan kriya sebagai sektor unggulan dalam mendulang devisa.

"Fesyen sendiri akan terus didorong karena terbukti menjadi salah satu produk ekonomi kreatif andalan Indonesia yang telah menembus pasar global," kata Wishnutama dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (12/3).

Data Kemenperin sepanjang Januari hingga Oktober 2019 menunjukkan industri tekstil dan pakaian menyumbang USD10,84 miliar atau Rp148 triliun. Secara spesifik Wishnutama kemudian menyebut peluang di industri fesyen muslim.

Data dari State of the Global Islamic Economy Report pada 2019 menyebutkan konsumsi fesyen muslim dunia mencapai USD270 miliar. Di tahun 2022 diproyeksikan meningkat menjadi USD373 Miliar. Hal tersebut menunjukkan bahwa industri fesyen nasional memiliki peluang besar di pasar internasional dan harus dioptimalkan.

“Indonesia masuk dalam tiga besar dunia sebagai negara pengekspor produk fesyen muslim dunia, setelah Turki dan Uni Emirat Arab (UAE)," kata Wishnutama.

Sementara IIFC atau Indonesia Islamic Fashion Consortium mencatat Indonesia memiliki beberapa keunggulan fesyen Indonesia yang menjadi rujukan dunia. Permintaan busana muslim Indonesia melalui toko darling (online) dari mancanegara terus meningkat.

Tingginya permintaan produk fesyen impor dari mancanegara terlihat dari data permintaan melalui e-commerce pada tahun lalu sebesar 45,8% berupa pakaian dan 3,5% adalah busana muslim.

Untuk permintaan busana muslim impor, Wishnutama optimistis, dapat diimbangi oleh produk dalam negeri bahkan lebih unggul baik dari kualitas maupun kuantitas yang ditandai dengan meningkatnya nilai ekspor setiap tahun.

Banyak karya para disainer fesyen muslim dari Indonesia tampil dalam event fashion show kelas dunia antara lain di New York Fashion Week, International London Fashion Weeks, maupun Australia Melbourne Fashion Weeks.

"Untuk itu diharapkan para pelaku ekonomi kreatif di subsektor fesyen ini memahami sepenuhnya ekosistem yang ada sehingga dapat menciptakan peluang-peluang baru serta keseimbangan antara pemain lokal dan asing di pasar tanah air," kata Wishnutama.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Bantu Pelaku Parekraf...
Bantu Pelaku Parekraf Terdampak Corona, Wishnutama Pastikan Program Tepat Sasaran
Menparekraf Pastikan...
Menparekraf Pastikan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Siap Terapkan Sertifikasi CHSE
Wonderful Indonesia...
Wonderful Indonesia Wara-wiri di Angkutan Umum Austria
Wishnutama Dorong Agen...
Wishnutama Dorong Agen Wisata di Indonesia Miliki Platform Digital
Tren Pariwisata Berubah,...
Tren Pariwisata Berubah, Wishnutama Minta Utamakan 3K
Berita Terkini
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
17 menit yang lalu
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
53 menit yang lalu
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
3 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
3 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved