alexametrics

Tren Pariwisata Berubah, Wishnutama Minta Utamakan 3K

loading...
Tren Pariwisata Berubah, Wishnutama Minta Utamakan 3K
Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pariwisatan Wishnutama mengatakan pemerintah tengah mengantispasi perubahan tren pariwisata di masa mendatang. Terutama saat new normal diberlakukan.

"Beberapa hal yang menjadi concern yang sangat utama adalah faktor kebersihan, kesehatan dan keselamatan. Atau kita menyebutnya clean, health and safety. Itu adalah hal yang sangat penting, yang sedang kita persiapkan," terangnya seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Dia mengatakan bahwa kebersihan, kesehatan dan keselamatan merupakan bagian dari faktor kualitas pariwisata.



Wishnutama menyebut sebelum adanya Covid-19, Kemenparekraf sudah mencanangkan perubahan dari kuantitas ke kualitas pariwisata.

"Begitu juga dengan faktor-faktor misalnya kebersihan, kesehatan dan keselamatan. Dan ini sudah dipersiapkan sebelum Covid-19 ini. Tentunya kebutuhan ini memang lebih diperlukan dan ditingkatkan lagi pada saat era new normal nanti," ungkapnya. Meski Ada New Normal, Industri Pariwisata Butuh Dukungan Modal

Meski begitu, dia mengungkapkan sebagaimana arahan Presiden Jokowi bahwa persiapan untuk membuka sektor wisata dengan new normal harus dipersiapkan dengan baik. Persiapannya harus dilakukan dengan teliti dan detail.

"Dengan penuh kehati-hatian. Karena faktor kehati-hatian ini menjadi sangat strategis dengan pengawasan dan pengendalian protokol yang sangat ketat," tuturnya.

Lebih lanjut Wishnutama mengatakan bahwa pemerintah selama masa ini tetap mempersiapkan infrastruktur destinasi pariwisata. Baik bandara, pelabuhan maupun fasilitas lainnya. Termasuk sampai ke desa wisata dan kesiapan sektor ekonomi kreatif untuk mendukung keberhasilan pariwisata.

"Pada akhirnya nanti tentunya kita akan fokus ke wisatawan domestik dulu. Kita sudah melakukan koordinasi yang sangat intensif dengan berbagai macam wilayah di Indonesia untuk persiapan tahapan-tahapan protokol yang tadi saya sebutkan di atas," pungkasnya.
(bon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top