Wishnutama Dorong Agen Wisata di Indonesia Miliki Platform Digital
Minggu, 03 Mei 2020 - 22:43 WIB
loading...
Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif(Menparekraf), Wishnutama Kusubandio. Foto/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio mendorong ASITA (Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies) memiliki platform digital untuk mempersiapkan prediksi lonjakan wisatawan pasca pandemi Covid-19.
Wishnutama menjelaskan, saat ini teknologi dan media digital memberi cara baru dalam rutinitas dan kehidupan yang akan menjadi "New Normal". Terlebih, gaya hidup, mencari informasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah dilakukan secara digital.
"Pandemi ini akan membawa kita pada kondisi "New Normal". Ini yang akan segera kita alami dalam industri pariwisata kita. Meskipun berbagai macam teknologi yang kita gunakan seperti virtual reality (VR) sangat canggih, namun tidak bisa menggantikan experience ketika kita berkunjung langsung ke destinasi wisata," kata Wishnutama dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2020).
Wishnutama menjelaskan, era digital memang menjadi tantangan yang berat bagi travel agen secara umum. Platform digital diyakini sangat dibutuhkan dalam ekosistem pariwisata yang mempertemukan buyer dan seller, dimana semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk bertransaksi, terlebih dalam mempersiapkan lonjakan wisatawan pasca pandemi Covid-19.
"Teman-teman ASITA harus mencari potensi apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, suka tidak suka mau tidak mau, era digital suatu keniscayaan, dan ini tantangan buat ASITA," tambahnya.
Selain itu, Kemenparekraf tengah berkoordinasi dengan para stakeholder pariwisata untuk mempersiapkan lonjakan wisatawan tersebut dengan membuat paket wisata menarik dan kompetitif. Sehingga setelah masa pandemi ini selesai, pihaknya langsung gencar melakukan promosi, baik dalam atau luar negeri.
"Tentunya sebagai langkah awal menggerakan wisatawan Nusantara dengan membuat paket wisata yang kompetitif. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Garuda dan jaringan hotel untuk membuat paket-paket menarik. Nanti setelah pandemi selesai kita siap menyambut wisatawan," terangnya.
Wishnutama menjelaskan, saat ini teknologi dan media digital memberi cara baru dalam rutinitas dan kehidupan yang akan menjadi "New Normal". Terlebih, gaya hidup, mencari informasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah dilakukan secara digital.
"Pandemi ini akan membawa kita pada kondisi "New Normal". Ini yang akan segera kita alami dalam industri pariwisata kita. Meskipun berbagai macam teknologi yang kita gunakan seperti virtual reality (VR) sangat canggih, namun tidak bisa menggantikan experience ketika kita berkunjung langsung ke destinasi wisata," kata Wishnutama dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2020).
Wishnutama menjelaskan, era digital memang menjadi tantangan yang berat bagi travel agen secara umum. Platform digital diyakini sangat dibutuhkan dalam ekosistem pariwisata yang mempertemukan buyer dan seller, dimana semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk bertransaksi, terlebih dalam mempersiapkan lonjakan wisatawan pasca pandemi Covid-19.
"Teman-teman ASITA harus mencari potensi apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, suka tidak suka mau tidak mau, era digital suatu keniscayaan, dan ini tantangan buat ASITA," tambahnya.
Selain itu, Kemenparekraf tengah berkoordinasi dengan para stakeholder pariwisata untuk mempersiapkan lonjakan wisatawan tersebut dengan membuat paket wisata menarik dan kompetitif. Sehingga setelah masa pandemi ini selesai, pihaknya langsung gencar melakukan promosi, baik dalam atau luar negeri.
"Tentunya sebagai langkah awal menggerakan wisatawan Nusantara dengan membuat paket wisata yang kompetitif. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Garuda dan jaringan hotel untuk membuat paket-paket menarik. Nanti setelah pandemi selesai kita siap menyambut wisatawan," terangnya.
Lihat Juga :