IHSG Pulang Terjerembab 4,42% ke Level 4.690
Senin, 16 Maret 2020 - 16:41 WIB
IHSG Pulang Terjerembab 4,42% ke Level 4.690
A
A
A
JAKARTA - Wabah virus corona telah menginfeksi pasar keuangan Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini kerap sakit-sakitan. Pada penutupan dagang Senin (16/3/2020), IHSG terjerembab 4,42% atau 216,91 poin ke level 4.690,66.
Awal perdagangan IHSG dibuka langsung terjun bebas sebanyak 136,1 poin atau 2,87% ke posisi 4.753,58.
Seluruh indeks sektoral negatif, dengan tiga sektor saham turun hingga lebih dari 5%. Yaitu infrastruktur anjlok 5,98%, barang konsumen sepi 5,67%, dan manufaktur merosot 5,23%.
Dari 578 saham emiten yang diperdagangkan, 387 tertekan, 108 stagnan, dan 83 menguat. Nilai transaksi saham Rp6,32 triliun dari 5,53 miliar unit. Transaksi bersih asing Rp243,03 miliar, dengan aksi beli asing Rp3,01 triliun dan aksi jual asing Rp2,76 triliun.
Senada, pasar saham Asia juga babak belur pada penutupan Senin ini, merespon bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve yang menurunkan suku bunga acuan menjadi 0% dan meluncurkan program kuantitatif besar-besaran hingga USD700 miliar.
Mengutip dari CNBC, ASX 200 Australia memimpin penurunan di pasar utama Asia, dengan ambruk 9,7% ke level 5.002. Ini merupakan penurunan harian terbesar bagi ASX 200. Penurunan ini tidak lepas dari curamnya saham-saham perbankan, yang tekor hingga 11,1%.
Pasar saham China juga babak belur, dengan indeks Shanghai melemah 3,4% ke level 2.789,24 dan Shenzhen jatuh 4,93% ke posisi 1.712,02. Hang Seng Hong Kong juga merosot 4,38% pada jam terakhir perdagangannya.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup negatif 2,46% ke posisi 17.002,04. Indeks Topix juga lebih rendah sebanyak 2,01% menjadi 1.236,34. Kospi Korea Selatan terpuruk 3,19% menjadi 1.714,86.
Di tempat lain, indeks Straits Times Singapura turun 4,27% dalam perdagangan sore dan Nifty 50 di India juga anjlok 5,11%.
Awal perdagangan IHSG dibuka langsung terjun bebas sebanyak 136,1 poin atau 2,87% ke posisi 4.753,58.
Seluruh indeks sektoral negatif, dengan tiga sektor saham turun hingga lebih dari 5%. Yaitu infrastruktur anjlok 5,98%, barang konsumen sepi 5,67%, dan manufaktur merosot 5,23%.
Dari 578 saham emiten yang diperdagangkan, 387 tertekan, 108 stagnan, dan 83 menguat. Nilai transaksi saham Rp6,32 triliun dari 5,53 miliar unit. Transaksi bersih asing Rp243,03 miliar, dengan aksi beli asing Rp3,01 triliun dan aksi jual asing Rp2,76 triliun.
Senada, pasar saham Asia juga babak belur pada penutupan Senin ini, merespon bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve yang menurunkan suku bunga acuan menjadi 0% dan meluncurkan program kuantitatif besar-besaran hingga USD700 miliar.
Mengutip dari CNBC, ASX 200 Australia memimpin penurunan di pasar utama Asia, dengan ambruk 9,7% ke level 5.002. Ini merupakan penurunan harian terbesar bagi ASX 200. Penurunan ini tidak lepas dari curamnya saham-saham perbankan, yang tekor hingga 11,1%.
Pasar saham China juga babak belur, dengan indeks Shanghai melemah 3,4% ke level 2.789,24 dan Shenzhen jatuh 4,93% ke posisi 1.712,02. Hang Seng Hong Kong juga merosot 4,38% pada jam terakhir perdagangannya.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup negatif 2,46% ke posisi 17.002,04. Indeks Topix juga lebih rendah sebanyak 2,01% menjadi 1.236,34. Kospi Korea Selatan terpuruk 3,19% menjadi 1.714,86.
Di tempat lain, indeks Straits Times Singapura turun 4,27% dalam perdagangan sore dan Nifty 50 di India juga anjlok 5,11%.
(ven)
Lihat Juga :