Dibayangi Wall Street, Bursa Saham Asia Mayoritas Perkasa

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 21:04 WIB
loading...
Dibayangi Wall Street, Bursa Saham Asia Mayoritas Perkasa
Warga melintas di depan Gedung Bursa Efek New York, Amerika Serikat, Selasa (26/5/2020). REUTERS/Lucas Jackson
A A A
JAKARTA - Bursa saham regional Asia ditutup mayoritas menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (23/10/2020). Dari beberapa bursa saham yang menguat, hanya bursa saham China yang melemah.

Indeks Nikkei 225 Jepang (N225) ditutup menguat 42,32 poin atau 0,18 persen ke 23.516,59, indeks Hang Seng Hong Kong (HSI) ditutup menguat 132,64 poin atau 0,54 persen ke 24.918,77.

Indeks Shanghai Composite China (SSEC) ditutup melemah 34,50 poin atau 1,04 persen ke 3.278,00, indeks Straits Times Singapura (STI) ditutup menguat 8,98 poin atau 0,36 persen ke 2.537,39 dan indeks KOSPI Korea Selatan (KOSPI) ditutup menguat 5,76 poin atau 0,24 persen ke 2.360,81.

(Baca juga: Debat Soal Perubahan Iklim, Trump Seret India dan China )

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan hari ini juga mengalami penguatan 20,37 poin atau 0,40 persen ke 5.112,18. Transaksi perdagangan mencapai Rp8,3 triliun dari 11,1 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp63,79 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi mencapai Rp8,4 triliun. Aksi terbesar jual bersih investor asing pada saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp248,7 miliar dan menyebabkam saham TLKM turun 2,59 persen ke Rp2.630.

Namun, penguatan ini bukan tanpa tekanan, bursa regional masih bisa terpengaruh dengan pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street yang sempat mengalami tekanan karena berbagai faktor.

(Baca juga: Undangan AS Diartikan Restui Prabowo di Pilpres 2024, Pengamat: Terlalu Jauh )

Salah satunya adalah terkait belum jelasnya pembicaraan tentang paket stimulus AS karena pembicaraan tentang paket bantuan Covid-19 ini yang berlarut-larut dan ada kemungkinan pembahasan ini tidak menemui titik temu hingga pemilihan presiden AS pada 3 November mendatang.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1555 seconds (11.210#12.26)