alexametrics

Ogah Ikuti Filipina, BEI Belum Pikirkan Opsi Penutupan Bursa

loading...
A+ A-
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan belum akan melakukan penutupan perdagangan saham seperti yang telah dilakukan otoritas bursa di Filipina.

Perdagangan di bursa nasional beberapa hari terakhir diakui sangat bergejolak. Sehari sebelumnya, BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt) setelah IHSG anjlok 5% pada pukul 15.02 WIB dan pukul 15.50 WIB. Trading halt ini merupakan yang keempat kalinya terjadi sepanjang Maret 2020.

Kendati demikian, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menegaskan belum memiliki rencana ke arah penutupan bursa. Pihaknya masih akan mengandalkan opsi pembekuan sementara atau trading halt dan juga suspensi saat terjadi penurunan IHSG di atas 5%.



"Tidak ada wacana seperti itu saat ini," tegas Laksono di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Sebagai informasi, Filipina menutup perdagangan bursa saham hingga waktu yang tak ditentukan akibat merebaknya virus corona atau Covid-19. Penutupan tidak hanya berlaku untuk saham, namun juga obligasi dan mata uang.

Otoritas bursa Filipina menerapkan keputusan tersebut pada Selasa (17/3). Langkah tersebut dinilai bisa memicu aksi serupa di negara-negara lain meski New York Stock Exchange (NYSE) telah memastikan bursa AS tetap dibuka. Kinerja bursa saham Filipina menjadi salah satu yang terburuk di Asia setelah anjlok lebih dari 30% sejak awal tahun.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top