Bayar Tol Berbasis Satelit Harus Berpihak ke Masyarakat

Rabu, 18 Maret 2020 - 17:26 WIB
Bayar Tol Berbasis Satelit...
Bayar Tol Berbasis Satelit Harus Berpihak ke Masyarakat
A A A
JAKARTA - Sistem transaksi pembayaran non tunai nirsentuh di gerbang tol atau Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) yang akan diterapkan pemerintah, diingatkan agar berpihak kepada masyarakat. Lewat teknologi ini memungkinkan pengendara tidak perlu berhenti untuk membayar tol di gerbang tol.

Analis Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah menilai kebijakan ini harus berpihak kepada masyarakat. Sebab, menurut Trubus dengan adanya alat sensor yang dipasangkan di dalam mobil bisa menjadi permasalahan baru di masyarakat.

"Kalo pake alat repot nya nanti kalo alatnya rusak. Kalo publik dirugikan oleh investor atau korporasi nanti akibatnya akan berkurang kepercayaan publik. Kalau alatnya harus beli saya rasa masyarakat akan keberatan," kata Trubus saat dihubungi di Jakarta.

Sambung dia menambahkan, masyarakat Indonesia banyak mempertimbangkan pada saat penerapan kartu elektronik tol atau e-Toll. "Sekarang aja kita pakai kartu masyarakat banyak yang komplain, keliatannya efektif tapi sebenarnya kurang efektif karena tidak online untuk isi ulang," ujarnya.

Terlebih terang dia harga perangkat yang bisa jadi mahal di Indonesia, karena melihat harga di Eropa satu unit GNSS lebih dari 2 juta rupiah per unit. Adapun jika menggunakan aplikasi smartphone, pengguna tidak bisa membedakan transaksinya dan rentan terjadi masalah jika batre smartphone tersebut habis.

Menurut Trubus, dalam penerapan kebijakan tersebut pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi dan jangan sampai masyarakat yang dirugikan."Tapi masalahnya gini, kebijakan perlindungan konsumen itu lemah, yang paling sering dirugikan itu konsumen," tambahnya.

Diperlukan kajian lebih lanjut terkait pemilhan dan peningkatan teknologi sistem pembayaran tol di Indonesia agar pemerintah dapat memilih dengan bijak sehingga stakeholders terutama masyarakat akan diuntungkan. Trubus menambahkan pemerintah harus melibatkan semua sektor dalam kebijakan ini termasuk elemen masyarakat.

"Langkah yang paling tepat adalah sosialisasi dulu alat ini, perlu adanya dialog publik, dan itu ada kajian mendalam yang komprehensif. Pemerintah melibatkan partisipasi publik, seperti layanan konsumen, perlindungan konsumen dan kepentingan masyarakat," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Proyek Japek II Selatan...
Proyek Japek II Selatan Selesai, Jakarta-Bandung Hanya 1 Jam
Mulai 2023, Sistem Bayar...
Mulai 2023, Sistem Bayar Tanpa Berhenti Beroperasi di Tol Bali
Proyek Jalan Tol Layang...
Proyek Jalan Tol Layang Cikunir-Karawaci Telan Anggaran Rp37 Triliun
Bakal Ada 16 Ruas Jalan...
Bakal Ada 16 Ruas Jalan Tol Baru di 2022, Ini Daftarnya
Berikut Jalan yang Tidak...
Berikut Jalan yang Tidak Boleh Dilalui Motor di Jakarta
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
4 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved