Ekspor Hand Sanitizer dan Masker Terancam Sanksi di Tengah Pandemi Corona

Kamis, 19 Maret 2020 - 05:35 WIB
Ekspor Hand Sanitizer...
Ekspor Hand Sanitizer dan Masker Terancam Sanksi di Tengah Pandemi Corona
A A A
JAKARTA - Mengantisipasi kelangkaan produk masker maupun hand sanitizer, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan kebijakan untuk melarang ekspor masker dan kebutuhan medis lainnya untuk sementara waktu. Adapun jika aturan ini dilanggar, maka Kemendag tidak segan untuk memberikan sanksi.

(Baca Juga: Antisipasi Lockdown, Stok Pangan Akan Ditingkatkan )

Hal ini dikarenakan kebutuhan masker dan hand sanitizer di tanah air masih mengalami tren penaikan. Hal itu dikarenakan penyebaran virus corona (Covid-19) yang makin mengkhawatirkan.

"Berkaitan dengan jaminan ketersediaan masker dalam negeri, pemerintah telah mengeluarkan Permendag nomor 23 tahun 2020 yang intinya pelarangan sementara ekspor antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri dan masker itu ada aturannya, kalau langgar siap ada sanksi," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam video conference.

(Baca Juga: Gula Langka, Kemendag Jamin Ketersediaan di Retail Modern )

Sambung Menteri Agus menambahkan, dengan keluarnya pelarangan ini maka pihaknya bersama aparat terkait akan mengawal peraturan tersebut agar ketersediaan masker dalam negeri meningkat. "Kami sudah keluarkan kebijakan, artinya seluruh larangan ekspor ini semua aparat yang terlibat akan mengawasi terutama misalnya Bea Cukai dan Kemendag sendiri," ungkapnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengimbau kepada produsen masker untuk meningkatkan kapasitas produksi masker dan alat kesehatan lainnya. Bahkan salah satunya hal itu berfungsi untuk mengantisipasi jika terjadi lockdown.

"Kami akan minta stok ditingkatkan, mungkin akan double atau sampai jangka panjang. Jadi, kita antisipasi situasi tersebut, stok akan double 100 jadi 300 atau 500. Ini kita antisipasi sesegera mungkin," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alternatif Masker N95,...
Alternatif Masker N95, RS di Toronto Gunakan Masker Snorkeling
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Tak Pakai Masker, Belasan...
Tak Pakai Masker, Belasan Warga Palembang Terancam Dikarantina
Begini Cara Penularan...
Begini Cara Penularan Virus Corona Melalui Droplet
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Satgas COVID-19: Budaya...
Satgas COVID-19: Budaya Bermasker Harus Dimulai dari Sadar Bahaya Virus Corona
Berita Terkini
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
21 menit yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
1 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved