alexametrics

Rupiah Sulit Bangkit Saat Kondisi Global Belum Menentu

loading...
Rupiah Sulit Bangkit Saat Kondisi Global Belum Menentu
Rupiah Sulit Bangkit Saat Kondisi Global Belum Menentu
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ini dinilai masih akan tertekan. Dalam perdagangan akhir pekan kemarin, rupiah sempat merangkak ke level Rp15.960 per USD untuk meninggalkan level Rp16.000/USD.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiah kemungkinan bisa tertekan lagi hari ini mengikuti sentimen negatif yang membayangi pergerakan aset berisiko pagi ini seperti indeks saham futures AS, indeks saham Australia, Nikkei dan Kospi yang bergerak negatif. Ditambah sebagian mata uang Asia yang melemah terhadap dollar AS.

"Kekhawatiran terhadap peningkatan penyebaran virus corona ditambah dengan stimulus pemerintah AS senilai USD1,3-2 triliun yang belum mencapai kata sepakat dengan senat AS, menjadi penyebab sentimen negatif tersebut," ujar Ariston di Jakarta, Senin (23/3/2020)



Lebih lanjut terang dia, WHO masih terus melaporkan peningkatan kasus penularan wabah corona di dunia dengan lebih dari 294 ribu positif. Sementara pasar masih menunggu kabar kesepakatan stimulus pemerintah AS malam ini."Bila sepakat, ini bisa membantu memberikan sentimen positif ke pasar keuangan karena stimulus yang besar," katanya.

Dia menambahkan pergerakan mata uang garuda terhadap dolar hari ini masih berpotensi untuk naik mendekati level tertinggi minggu lalu di 16.225 dengan potensi support di kisaran 15.900. "Masih ada tekanan untuk rupiah yang mana kondisi global yang belum menentu," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top