Rupiah Merangkak Naik ke Rp16.328/USD di Sesi Pagi, Dolar AS Keok Lawan Yen

Kamis, 26 Maret 2020 - 10:20 WIB
Rupiah Merangkak Naik...
Rupiah Merangkak Naik ke Rp16.328/USD di Sesi Pagi, Dolar AS Keok Lawan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Kamis (26/3/2020) dibuka merangkak naik, dengan tambahan yang tidak terlalu besar. Sementara itu dolar AS jatuh versus Yen Jepang menjelang rilis data ketenagakerjaan di tengah pandemi corona.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka berbalik menguat menjadi Rp16.328/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah mencoba melawan usai kemarin di posisi Rp16.486/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga memperlihatkan tren positif dengan peningkatan menuju Rp16.205 per USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp16.500/USD. Rupiah pagi ini bergerak di kisaran Rp16.205-Rp16.294/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi masih terjerembab pada level Rp16.488/USD. Rupiah terlihat tergelincir bila melihat sesi perdagangan sebelumnya Rp16.407/USD.

Di sisi lain, dolar AS atau USD jatuh saat melawan Yen Jepang pada perdagangan, Kamis hari ini menjelang rilis tenaga kerja Amerika Serikat yang diproyeksi jumlah pengangguran bakal meningkat. Hal ini menyusul banyak perusahaan terhantam dengan penyebaran cepat virus corona yang menganggu operasional.

Sedangkan Poundsterling terpantau memperpanjang tren pelemahan terhadap euro, begitu juga dengan dolar AS dibayang kekhawatiran bahwa Inggris tidak cukup siap untuk menangani peningkatan kasus corona. Ketika sebelumnya flu yang mengganggu sistem pernafasan ini telah menghantam Italia dan Spanyol.

Dolar menyusut sebesar 0,2% menjadi 110,98 terhadap Yen Jepang di perdagangan Asia pada hari Kamis. Terhadap Franc Swiss, USD sedikit berubah pada posisi 0,9652. Sementara Poundsterling labih rendah 0,43% menjadi 1,1831 dan jatuh 0,5% ke level 92,08 terhadap euro

Kerugian Pounds semakin parah di awal perdagangan Asia setelah pemerintah Inggris mengatakan jumlah kasus virus corona di Inggris naik menjadi 9.529 pada hari Rabu dari 8.077 pada tanggal sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dihantui Virus Corona...
Dihantui Virus Corona Baru di Inggris, Rupiah Bisa Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Kasus Corona Dunia Bakal...
Kasus Corona Dunia Bakal Cengkeram Mata Uang Garuda
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
4 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
5 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
5 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
6 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
6 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
7 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved