Cari Dana Perangi Corona, Perbesar Pajak Orang Kaya Daripada Ngemis ke IMF

Kamis, 26 Maret 2020 - 12:31 WIB
Cari Dana Perangi Corona,...
Cari Dana Perangi Corona, Perbesar Pajak Orang Kaya Daripada Ngemis ke IMF
A A A
JAKARTA - Meminjam kepada Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) demi memerangi corona atau Covid-19, menurut ekonom seharusnya ditolak agar Indonesia tidak mendapatkan kerugian besar. Sebagai informasi, IMF siap menggelontorkan dana pinjaman untuk membantu negara-negara di dunia dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

(Baca Juga: IMF Siapkan Dana Pinjaman Rp16.000 Triliun untuk Negara Terimbas Corona )

IMF mengucurkan pinjaman sebesar USD1 triliun ke negara anggota, khususnya negara berkembang, berpenghasilan rendah, dan menengah. Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani berharap IMF bisa membantu secara otomatis yang saat ini dihadapi, capital outflow dan situasi likuiditas atau hard currency forex yang sangat ketat.

"Banyak ruginya dibandingkan untung bagi rakyat Indonesia. Oleh karena itu sebenarnya banyak langkah untuk cari pendanaan lain termasuk memajaki orang kaya lebih tinggi, daripada mengemis ke IMF," ujar Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

(Baca Juga: Sri Mulyani Berharap IMF Bantu Indonesia Tangani Virus Corona )

Dia melanjutkan seharusnya pinjaman dari IMF ditolak karena belum mendesak. Meskipun bunganya lebih murah dari penerbitan surat utang tapi agenda-agenda politiknya perlu diwaspadai. Negara yang dapat bantuan IMF, ekonominya cenderung carut marut seperti Argentina.

"Indonesia juga pernah melangkah ke jurang yang sama pada saat krisis 1998. BUMN diprivatisasi dan liberalisasi ekonomi terjadi di semua lini," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Covid-19 di DKI Jakarta...
Covid-19 di DKI Jakarta Meningkat, Iklim Pancaroba jadi Salah Satu Penyebabnya
Gagal Bayar Utang Akibat...
Gagal Bayar Utang Akibat Covid-19, Maskapai Tertua Kedua di Dunia Bangkrut
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
2 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
2 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
3 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved