alexametrics

Cari Dana Perangi Corona, Perbesar Pajak Orang Kaya Daripada Ngemis ke IMF

loading...
A+ A-
JAKARTA - Meminjam kepada Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) demi memerangi corona atau Covid-19, menurut ekonom seharusnya ditolak agar Indonesia tidak mendapatkan kerugian besar. Sebagai informasi, IMF siap menggelontorkan dana pinjaman untuk membantu negara-negara di dunia dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

(Baca Juga: IMF Siapkan Dana Pinjaman Rp16.000 Triliun untuk Negara Terimbas Corona)

IMF mengucurkan pinjaman sebesar USD1 triliun ke negara anggota, khususnya negara berkembang, berpenghasilan rendah, dan menengah. Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani berharap IMF bisa membantu secara otomatis yang saat ini dihadapi, capital outflow dan situasi likuiditas atau hard currency forex yang sangat ketat.



"Banyak ruginya dibandingkan untung bagi rakyat Indonesia. Oleh karena itu sebenarnya banyak langkah untuk cari pendanaan lain termasuk memajaki orang kaya lebih tinggi, daripada mengemis ke IMF," ujar Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

(Baca Juga: Sri Mulyani Berharap IMF Bantu Indonesia Tangani Virus Corona)

Dia melanjutkan seharusnya pinjaman dari IMF ditolak karena belum mendesak. Meskipun bunganya lebih murah dari penerbitan surat utang tapi agenda-agenda politiknya perlu diwaspadai. Negara yang dapat bantuan IMF, ekonominya cenderung carut marut seperti Argentina.

"Indonesia juga pernah melangkah ke jurang yang sama pada saat krisis 1998. BUMN diprivatisasi dan liberalisasi ekonomi terjadi di semua lini," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top