Sarankan Lockdown, Faisal Basri Yakin Ekonomi Bisa Cepat Pulih

Jum'at, 27 Maret 2020 - 20:36 WIB
Sarankan Lockdown, Faisal...
Sarankan Lockdown, Faisal Basri Yakin Ekonomi Bisa Cepat Pulih
A A A
JAKARTA - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengungkapkan pemerintah harus mengambil tindakan tegas dalam menanggulangi virus corona (Covid-19). Hal ini bertujuan agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas.

Dia pun menyarankan agar pemerintah melakukan lockdown seperti beberapa negara lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat. "Pemulihan ekonomi bisa cepat dilakukan apabila pemerintah memberlakukan kebijakan karantina wilayah alias lockdown dilakukan dalam menghadapi virus corona. Jika dilakukan pembatasan, memang kita akan menghadapi kemerosotan ekonomi bahkan resesi, tapi percayalah rebound-nya akan lebih cepat," ujar Faisal di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Faisal mengatakan dengan adanya lockdown ini pertumbuhan ekonomi Tanah Air bisa sangat menurun. Pasalnya, kebijakan itu akan membuat aktivitas ekonomi diperkirakan juga berhenti, sehingga memberi dampak kejut pada pasokan dan permintaan.

"Sekarang kan tidak pasti, sehingga ketika negara lain sudah rebound, mungkin kita masih lama. Lebih baik sakit jangka pendek tapi ceria untuk jangka menengah panjang, karena kan lockdown itu butuh dua minggu atau satu bulan," jelasnya.

Faisal pun memberikan masukan kepada Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Dia meminta agar Doni menggandeng orang-orang yang kompeten dalam menangani virus corona.

“Kalau perang melawan 'hantu' para kepala stafnya harus ahli virus, ahli penyakit menular, harus ahli kesehatan masyarakat dan sebagainya," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Buka Keran Ekonomi,...
Buka Keran Ekonomi, Sebagian Negara Bagian AS Perlonggar Lockdown
8 Pegawai Positif COVID-19,...
8 Pegawai Positif COVID-19, Gedung DPD RI Ditutup Sementara
Inggris Bela Keputusan...
Inggris Bela Keputusan Soal Pencabutan Lockdown
Korban Meninggal Meningkat,...
Korban Meninggal Meningkat, Inggris Perpanjang Lockdown
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera
Lockdown Dilanggar,...
Lockdown Dilanggar, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
1 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
2 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
2 jam yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
3 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
3 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
3 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved