alexametrics

Lima Sektor Industri Ini Babak Belur Dihantam Corona

loading...
A+ A-
JAKARTA - Penyebaran virus corona atau Covid-19 yang terus meluas secara bersamaan mengancam jiwa banyak orang serta perekonomian. Perubahan perilaku seiring imbauan social distancing yang otomatis berpengaruh ke beberapa sektor industri Tanah Air.

Banyak industri yang terkena imbasnya, termasuk industri F&B, jasa, dan ritel. Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan, memang banyak industsri yang sudah mengalami babak belur dikarenakan virus corona ini terus membuat ekonomi Indonesia tertekan.

"Industri semuanya nampaknya akan terus mendapatkan tekanan sampai virus ini hilang, jika hilang baru dapat diselesaikan," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).



Sementara berdasarkan data internal Moka, berikut jenis industri yang sudah babak belur dalam virus corona (Covid-19).

1. Industri Makanan dan Minuman


Berdasarkan data internal Moka, untuk industri makanan dan minuman dari 17 kota yang diobservasi, sebanyak 13 kota mengalami penurunan pendapatan harian yang signifikan. Dengan total 13 kota terdampak dari 17 kota yang diobservasi, industri F&B merupakan industri yang paling terdampak akibat dari penyebaran COVID-19.

Bali dan Surabaya merupakan dua kota yang mengalami penurunan pendapatan harian yang paling signifikan dibandingkan dengan kota lain dengan masing-masing mengalami penurunan sebesar 18% untuk Bali dan 26% untuk Surabaya.

Daerah Jabodetabek juga mengalami penurunan pendapatan harian sangat besar, namun tidak setajam Bali dan Surabaya. Wilayah yang terkena dampak di daerah Jabodetabek yang paling signifikan terjadi di Depok, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Anjuran dari pemerintah untuk tidak keluar dari rumah guna memperlambat laju penyebaran COVID-19, membuat masyarakat tinggal lebih banyak di rumah, dan juga memberi dampak pada industri F&B. Perubahan perilaku ini menyebabkan peningkatan pembelian makanan yang dibawa pulang (take-away food) meningkat sebesar 7% di bulan Januari hingga Februari 2020.

2. Industri Jasa

Pada industri jasa, 10 dari 17 kota di Indonesia menunjukkan penurunan pendapatan harian yang signifikan. Lima kota dengan penurunan pendapatan harian paling signifikan adalah Depok, Bekasi, Jakarta Timur, Batam, dan Bandung.

3. Industri Retail

Masuk ke dalam industri ritel, dari 17 kota yang diobservasi, tujuh kota menunjukkan penurunan pendapatan harian yang signifikan. Moka menarik lima kota dengan penurunan pendapatan harian terbesar, yaitu Jakarta Barat, Tangerang Selatan, Depok, Jakarta Pusat, dan Bandung.

Walau hanya tujuh kota yang terdampak dari 17 kota, persentase penurunan pendapatan harian pada industri ritel merupakan yang paling signifikan dibanding industri lain. Penurunan pendapatan harian terbesar terjadi di Jakarta Barat dengan penurunan pendapatan hingga 32% per outlet.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa industri F&B merupakan industri yang paling terdampak COVID-19, melihat dampaknya yang tersebar paling banyak. Namun, apabila melihat persentase penurunan pendapatan harian terbesar, industri ritel mengalami penurunan yang terbesar, yakni menurun sebesar 32%.

4. Industri Penerbangan


Industri penerbangan juga yang mengalami tekanan dan bisa babak belur. Hal itu terlihat dari pernyataan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) yang meminta pemerintah memberikan sejumlah keringanan dan insentif demi menjaga kelangsungan industri ini. Industri penerbangan Tanah Air mengaku tengah mengalami masa yang sangat sulit, dibayangi kerugian besar akibat dampak pandemi corona (Covid-19).

Ketua Umum INACA Denon Prawiratmadja mengatakan, sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebarluas ke suruh wilayah Indonesia, sejak awal Maret 2020 terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan. Jumlah penumpang turun drastis memaksa semua maskapai penerbangan mengurangi jumlah penerbangan baik rute dan frekuensinya sampai dengan 50%, bahkan lebih.

5. Industri Pariwisata

Industri pariwisata menjadi sektor yang pling terdampak. Hal ini dikarenakan sepinya turis yang datang serta penutupan beberapa wahana hiburan yang membuat industri pariwisata terekan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top