Ekonom Minta Karantina Jabodetabek Selama Dua Minggu

Senin, 30 Maret 2020 - 11:01 WIB
Ekonom Minta Karantina...
Ekonom Minta Karantina Jabodetabek Selama Dua Minggu
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyarankan agar pemerintah melakukan karantina wilayah yang terkena pandemik virus corona (Covid-19). Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam kelurahan atau desa yang banyak kasus positif, orang dalam pengawasan (ODP), atau pasien dalam pengawasan (PDP).

Ekonom Senior Indef Fadhil Hasan mengatakan agar pemerintah mengkarantina wilayah Jabodetabek setidaknya untuk dua minggu. Pasalnya, Jabodetabek merupakan wilayah yang terkena dampak dari virus Covid-19.

"Penentuan kelurahan yang dikarantina berdasar batas jumlah positif per penduduk (densitas) berdasar konsensus ahli epidimologi. Warga dalam kelurahan yang di karantina dapat keluar rumah setiap 2-3 hari hanya untuk membeli makanan, obat-obatan dan keperluan dasar lainnya," ujar Fadhil di Jakarta, Senin (30/3/2020).

Dia pun melanjutkan agar pemerintah tidak memikirkan bagaimana terkait dengan perekonomian nasional, melainkan terkait kepentingan kemanusiaan dan kesehatan. Hal tersebut merupakan pentingnya untuk memahami bahwa saat ini bukan saatnya memikirkan ekonomi dibanding dengan kesehatan.

"Karena ekonomi mungkin sekarang jatuh resesi dalam seperti tahun 1998, ekonomi akan bisa kembali lagi, kita akan bisa recovery lagi, masalah cepat atau lambat bergantung pada respon semua baik skala nasional atau pun internasional," jelasnya.

Dia menambahkan, jika satu orang meninggal dunia maka orang tersebut tidak dapat hidup kembali, sementara itu mengenai perekonomian akan bisa kembali lagi seiring waktu berjalan. "Jadi, saya kira prinsip yang harus kita pegang bahwa kita harus mendahulukan kepentingan kesehatan dan keselamatan masyarakat," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inggris Bela Keputusan...
Inggris Bela Keputusan Soal Pencabutan Lockdown
Korban Meninggal Meningkat,...
Korban Meninggal Meningkat, Inggris Perpanjang Lockdown
Buka Keran Ekonomi,...
Buka Keran Ekonomi, Sebagian Negara Bagian AS Perlonggar Lockdown
Lockdown Dilanggar,...
Lockdown Dilanggar, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer
Pandemi Virus Corona...
Pandemi Virus Corona Mengganas, India Perpanjang Lockdown
Kebijakan Lockdown Membuat...
Kebijakan Lockdown Membuat Polusi Udara Dunia Menurun hingga 60 Persen
Berita Terkini
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
33 menit yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
45 menit yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
1 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
1 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
1 jam yang lalu
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
2 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved