alexametrics

Tambah Dana untuk Tangani Corona, Defisit APBN Bisa Tembus 5,07%

loading...
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan tambahan belanja negara sebesar Rp405,1 triliun sehubungan merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

Jumlah tersebut terdiri dari dana intervensi kesehatan Rp75 triliun, dana untuk meningkatkan dan memperluas social safety net Rp110 triliun, melindungi industri Rp70 triliun, dan cadangan Rp150 triliun untuk pembiayaan penjaminan serta restrukturisasi ekonomi dalam rangka membantu sektor keuangan.

Dengan penambahan tersebut maka defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 bakal melebar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksikan defisit APBN 2020 akan mencapai 5,07%.



"Jadi defisit APBN 2020 bisa mencapai 5,07% PDB (Produk Domestik Bruto). Jauh di atas batas maksimal yang diatur di UU Keuangan Negara yaitu 3% PDB," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Dia pun merinci, konsumsi rumah tangga dalam skenario terburuk akan anjlok menjadi 1,6% di tahun ini dan skenario berat hanya 3,22%. Dalam APBN 2020, konsumsi rumah tangga ditargetkan 5,0%. Laju investasi juga diperkirakan turun menjadi 4,22% dalam skenario terburuk, dari target dalam APBN 2020 sebesar 6%.

Selain itu, ekspor bahkan diperkirakan turun 15,6% dalam skenario terburuk tahun ini, dari target dalam APBN 2020 sebesar 3,7%. Begitu juga dengan impor yang turun hingga menjadi minus 16,65%, dari target dalam APBN 2020 sebesar 3,2%.

"Ancaman terhadap stabilitas sektor keuangan akan berupa volatilitas pasar saham, surat berharga, depresiasi rupiah, peningkatan NPL (kredit bermasalah), persoalan likuiditas, dan insolvency. Stabilitas sektor keuangan saat ini berada pada level normal-siaga," jelasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top