Ini Sederet Kebijakan BI untuk Tangkal Imbas Corona

Rabu, 01 April 2020 - 17:13 WIB
Ini Sederet Kebijakan...
Ini Sederet Kebijakan BI untuk Tangkal Imbas Corona
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendukung penerbitan peraturan pengganti undang-undang (perppu) sebagai relaksasi perundangan dalam memitigasi dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang merupakan langkah antisipatif bersama pemerintah, Otoritas Jasa keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). BI akan menyiapkan sederet kebijakan dalam menangkal imbas virus corona terhadap ekonomi Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan membeli SUN/SBSN jangka panjang di pasar perdana untuk membantu pemerintah membiayai penanganan dampak penyebaran Covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan.

"Pembelian SBN di pasar perdana dilakukan dalam hal pasar tidak bisa menyerap seluruh SBN yang diterbitkan pemerintah. Peran BI adalah sebagai last resort," ujar Perry di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Dia mengatakan, pembelian ini akan diatur bersama antara menteri keuangan dan gubernur BI dengan mempertimbangkan antara lain kondisi pasar keuangan dan dampaknya terhadap inflasi. "Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," ujarnya.

Dia menambahkan, sebagai langkah antisipatif, BI juga membeli surat repo surat berharga yang dimiliki LPS untuk biaya penanganan permasalahan solvabilitas bank sistemik dan bank selain bank sistemik. "Juga memberikan pinjaman likuiditas jangka pendek atau pembiayaan likuiditas jangka pendek berdasarkan prinsip syariah kepada bank sistemik atau bank selain bank sistemik," jelasnya

BI juga melakukan pengelolaan lalu lintas devisa bagi penduduk Indonesia, penggunaan devisa bagi penduduk termasuk ketentuan mengenai penyerahan, repatriasi, dan konversi devisa dalam rangka menjaga kestabilan makroekonomi dan sistem keuangan.

"Ini bukan merupakan kebijakan kontrol devisa, namun merupakan kebijakan pengelolaan devisa yang diberlakukan hanya bagi penduduk, tidak berlaku bagi non-penduduk/investor asing. Investasi asing dalam bentuk portfolio dan PMA masih dibutuhkan bagi ekonomi Indonesia sehingga kebijakan lalu lintas devisa bebas bagi investor asing tetap berlaku," tegasnya.

Perry menambahkan, pengaturan devisa bagi penduduk tersebut masih konsisten dengan prinsip pengeloaan makroekonomi secara prudent yang berlaku secara internasional, khususnya dalam kondisi ekonomi dalam tekanan seperti akibat pandemi Covid-19.

"BI akan terus berkoordinasi dalam melakukan langkah tersebut bersama Pemerintah, OJK, dan LPS untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Jumlah Kasus COVID-19...
Jumlah Kasus COVID-19 di Indonesia, 21-24 Juni 2021
DPR Ingatkan Bank Jangan...
DPR Ingatkan Bank Jangan Hambat Pencairan Program Indonesia Pintar
Kasus Covid-19 Meningkat,...
Kasus Covid-19 Meningkat, Indonesia Disebut Jadi Episentrum Baru Virus Corona
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Para Ilmuwan Prediksi...
Para Ilmuwan Prediksi Pandemi COVID-19 Indonesia Berakhir 6 Juni
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved