Corona dan Optimisme Industri Kreatif di Bali

Kamis, 02 April 2020 - 13:45 WIB
Corona dan Optimisme...
Corona dan Optimisme Industri Kreatif di Bali
A A A
JAKARTA - Sejak WHO menetapkan wabah corona sebagai kondisi darurat global, banyak sektor yang terdampak. Salah satunya industri pariwisata di Bali. Pulau Dewata menggantungkan 55% PDB daerahnya dari pariwisata dan kini goyah akibat pandemi virus corona.

Pandemi ini membuat kunjungan wisatawan mancanegara yang didominasi turis asal China dan Australia turun signifikan. Aktivitas pariwisata di sejumlah kawasan di Bali pun lesu yang juga berimbas ke bisnis hotel dan restoran.

Kondisi ini jelas berdampak terhadap perekonomian masyarakat Bali. Di tengah lesunya pariwisata di Bali, tidak ada salahnya mengandalkan sumber pertumbuhan dari sektor alternatif.

Selama ini Bali memiliki sumber pertumbuhan ekonomi alternatif yang berasal dari industri kreatif. Hanya saja, kiprahnya belum mendapatkan tempat utama dalam pengembangan perekonomian seperti halnya pariwisata.

Untuk dapat memberikan kontribusi lebih tinggi lagi bagi perekonomian, perlu adanya campur tangan pemerintah. Apalagi saat ini, Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan perekonomian Bali dari sebelumnya 5,6%-6% menjadi 4,6%-5% karena dampak Covid-19. Untuk itu, pemerintah perlu mendorong berbagai industri agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi.

Beberapa contoh industri kreatif yakni kerajinan tangan, barang kesenian, hingga yang terkini bisnis rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan vape lokal mulai menjamur di Bali. Keberadaan industri kreatif ini tumbuh cukup signifikan di segala penjuru Bali, mulai dari Denpasar, Gianyar, hingga Buleleng yang telah membuka lapangan pekerjaan di Pulau Dewata.

Selain itu, industri kreatif yang mayoritas didominasi sektor UKM ini marak karena terobosan ide-ide untuk menjawab tantangan di Pulau Dewata, mulai dari inovasi yang memungkinkan untuk reservasi restoran lewat aplikasi, kantong belanja ramah lingkungan hingga konsep pengurangan risiko dengan vape yang merupakan bagian dari produk tembakau alternatif.

Bendahara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, Pande Agus Widura mengatakan industri kreatif di Bali memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan "Saya melihat industri kreatif dapat membantu perekonomian di Bali pada masa kondisi pariwisata sedang lemah seperti saat ini. Jika industri kreatif terus digenjot, tentunya dapat menjadi prospek bisnis yang bagus kedepannya," ujarnya, Kamis (2/4/2020).

Ia mencontohkan industri vape yang sedang marak di Bali. Menurutnya, dengan konsep mengurangi bahaya tembakau, ini bisa menjadi suatu hal yang sangat diminati bagi para perokok dewasa.

Ketua Asosiasi Vaporizer Bali, Gede Agus Mahartika mengatakan, tidak sedikit usaha kecil dan menengah (UKM) bermunculan berkat produk rokok elektrik. Secara tidak langsung, kehadiran rokok elektrik telah membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat. Berdasarkan data AVB, setidaknya sudah ada 500 vape store alias toko vape yang tersebar di Pulau Bali.

Yang menarik, kata Gede, usaha baru yang bermunculan ini bukanlah bisnis kapitalis, melainkan usaha rintisan. Sehingga, masyarakat memiliki peluang menjadi wirausaha dan memiliki penghasilan. Munculnya usaha-usaha baru ini otomatis membuka lapangan kerja bagi masyarakat di Bali.

Gede mengatakan, satu vape store alias toko rokok elektrik membutuhkan tenaga sekitar 5-6 orang. Untuk industri yang baru berkembang, lanjut Gede, penyerapan sumber daya manusia (SDM) di sektor ini sudah terhitung lumayan. "Yang sebelumnya menganggur, sekarang kerja," ujarnya.

Karena itu, ditengah kegiatan ekonomi saat ini yang tengah terpukul akibat corona, AVB berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk industri kreatif. "Kami menghargai upaya pemerintah dalam membangkitkan kembali pelemahan ekonomi saat ini. Kami juga berharap ada stimulus yang diberikan, dengan begitu kami pelaku industri kreatif dapat membantu perekonomian dan menumbuhkan potensi lapangan pekerjaan," pungkas Gede.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kreatif dan Produktif...
Kreatif dan Produktif di Masa Sulit
Cara Kreatif Dokter...
Cara Kreatif Dokter di Makassar Potong Rambut dengan Protap Covid-19
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Di Tengah Pandemi COVID-19,...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Ekraf Majalengka Dukung Musisi Keluarkan Album
IVES 2023 Jawaban Pemulihan...
IVES 2023 Jawaban Pemulihan Ekonomi Industri Kreatif Pasca Covid-19
Bangkitkan Ekonomi,...
Bangkitkan Ekonomi, China Subsidi Pembelian Mobil hingga Rp21,8 Juta
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
29 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
53 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
59 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved