433 Desa Belum Berlistrik, Peringkat Akses Kelistrikan RI di Bawah Negeri Jiran

Jum'at, 03 April 2020 - 11:29 WIB
433 Desa Belum Berlistrik,...
433 Desa Belum Berlistrik, Peringkat Akses Kelistrikan RI di Bawah Negeri Jiran
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa rasio kelistrikan Indonesia saat ini telah meningkat signifikan dari 84% di tahun 2014 menjadi 99,48% tahun 2020. Meski begitu, peringkat akses kelistrikan Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga.

“Namun kita juga harus melihat electricity access population kita berada di peringkat 95. Masih tertinggal dari Malaysia peringkat 87, Vietnam peringkat 84, dan Singapura, Thailand, Tiongkok, Korea Selatan berada pada peringkat ke-2,” katanya saat membuka rapat terbatas, Jumat (3/4/2020).

Tidak hanya soal akses, peringkat kualitas kelistrikan Indonesia juga belum cukup baik. Dimana saat ini Indonesia ada di peringkat 54. “Filipina 53, Malaysia 38, Thailan 31, Tiongkok 18, Singapura peringkat ke-2,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jokowi juga menyoroti masih ada 433 desa yang belum berlistrik. Ratusan desa tersebut tersebar di empat provinsi. Di Provinsi Papua 325 desa, Papua Barat 102 desa, Provinsi NTT 5 desa dan Maluku 1 desa.

“433 (desa), meski jumlahnya sedikit bila dibanding jumlah desa di seluruh tanah air ada 75.000, tapi apapun ini harus kita selesaikan,” tegasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta jajarannya untuk segera melakukan identifikasi terkait desa-desa yang belum berlistrik tersebut. Misalnya desa mana saja yang beedekatan dengan desa yang sudah berlistrik. Lalu desa mana saja yang jarak rumahnya berjauhan dan berdekatan.

“Sehingga kita dapat menentukan pendekatan teknologi yang tepat apakah dengan ekstensi jaringan listrik atau pembangunan mini grade seperti microhydro, PLTB atau distribusi tabung listrik yang dilengkapi dengan stasiun pengisian energi listrik,” tuturnya.

Dia mengatakan anggaran, regulasi dan kebijakan untuk program listrik desa dipersiapkan dengan baik. Selain itu Jokowi ingin tidak hanya menuntaskan agar desa berlistrik saja, tapi juga meningkatkan akses listrik teruma bagi warga miskin. Dia berharap dengan adanya listrik, anak-anak Indonesia dapat belajar dengan baik sehingga kualitas pendidikan meningkat.

“Terakhir saya minta program listrik untuk desa, desa berlistrik ini betul-betul memberikan nilai tambah bagi peningkatan produktivitas ekonomi di desa. Sehingga program berlistrik perlu ada sambungannya dengan program pemanfaatan listrik yang efisien terutama dalam pengembangan industri rumah tangga, industri rumahan,” pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pastikan Daya Listrik...
Pastikan Daya Listrik 450 VA Tak Dihapus, Jokowi: Jangan Sampai yang di Bawah Resah
PLN Siap Dorong Infrastruktur...
PLN Siap Dorong Infrastruktur Kelistrikan dan Roda Ekonomi di Sultra
Resmikan Mobil Listrik...
Resmikan Mobil Listrik IONIQ 5, Jokowi: Kita Harus Jadi Pemain Penting
3 Infrastruktur Kelistrikan...
3 Infrastruktur Kelistrikan Tingkatkan Keandalan Listrik Sulut dan Gorontalo
Presiden Jokowi Nonton...
Presiden Jokowi Nonton Langsung Balap Mobil Listrik Formula E Jakarta
PLN Tuntaskan 14 Proyek...
PLN Tuntaskan 14 Proyek Kelistrikan Strategis Senilai Rp12,43 T di Jawa Barat
Berita Terkini
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
28 menit yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
1 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
2 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
12 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
13 jam yang lalu
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved