alexametrics

Wishnutama Minta Pelaku Parekraf Patuhi PSBB di Jakarta

loading...
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengimbau para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) mematuhi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang akan berlangsung besok Jumat (10/4) hingga 14 hari sejak diberlakukan.

Pembatasan yang telah dilakukan itu seperti penghentian kegiatan peribadatan di rumah ibadah, imbauan bekerja dan sekolah dari rumah, hingga pembatasan moda transportasi.

Menurut Menparekraf, pembatasan pergerakan dan interaksi di ibu kota akan sangat mempengaruhi kemampuan ibu kota mengendalikan penyebaran virus corona (Covid-19).



"Mari sama-sama semangat dan optimisme harus kita bangun. Dengan sikap positif saya berharap kondisi akan menjadi lebih baik. Setelah pandemi COVID-19 ini saya juga berharap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif jauh lebih baik lagi,” kata Wishnutama dalam keterangannya, Rabu (8/4/2020). (Baca Juga: Kemenparekraf Realokasi Anggaran Rp500 Miliar untuk Tangani Covid-19)

Dia melanjutkan, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah dan stimulus untuk membantu pelaku industri yang terdampak Covid-19. Dalam hal ini, Kemenparekraf berperan dalam melakukan pendataan pelaku industri parekraf.

Untuk itulah, Wishnutama juga meminta para pelaku dan asosiasi pengusaha sektor parekraf aktif melakukan proses pendataan guna penyaluran bantuan stimulus.

“Untuk itu, para pelaku parekraf saya minta untuk segera melapor ke Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat melalui contact center COVlD-19 +628118956767 whatsapp atau email info@kemenparekraf.go.id,” kata Wishnutama.

Pihaknya juga terus berupaya mengumpulkan data-data tenaga kerja, baik dari dinas, asosiasi, industri, asosiasi musisi, produser film, seni pertunjukan, dan lainnya agar pendataan penyaluran kartu pra kerja yang sedang dilakukan dapat tepat sasaran.

Data tersebut nantinya akan dikroscek dengan kementerian/lembaga (K/L) lain supaya tidak ada duplikasi data sehingga pekerja yang menerima manfaat kartu prakerja semakin lebih luas.

Menparekraf juga menerima laporan, bahwa terdapat kendala untuk pendataan. Sebagai contoh dari data yang masuk ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat ini terdapat 1.266 hotel yang terpaksa tutup di 31 provinsi. Dari 1.266 hotel baru 844 hotel dan 74.101 karyawan yang terdata.

“Kami terus berusaha mendata baik itu pekerja formal maupun informal. Yang formal kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan yang informal bisa kami tangani. Data yang masuk di tim, ada 80.000 data yang masuk. Kami harapkan setelah proses clean snyc akan bertambah menjadi 120.000 tenaga kerja," bebernya.

Dia menjelaskan, jumlah tersebut merupakan gabungan dari tenaga kerja yang informal, PHK, dan dirumahkan. "Pelaku seni dari federasi musisi Indonesia, persatuan karyawan film dan televisi juga termasuk di dalamnya,” tutupnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top