Wishnutama Minta Pelaku Parekraf Patuhi PSBB di Jakarta

Kamis, 09 April 2020 - 08:14 WIB
Wishnutama Minta Pelaku...
Wishnutama Minta Pelaku Parekraf Patuhi PSBB di Jakarta
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengimbau para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) mematuhi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang akan berlangsung besok Jumat (10/4) hingga 14 hari sejak diberlakukan.

Pembatasan yang telah dilakukan itu seperti penghentian kegiatan peribadatan di rumah ibadah, imbauan bekerja dan sekolah dari rumah, hingga pembatasan moda transportasi.

Menurut Menparekraf, pembatasan pergerakan dan interaksi di ibu kota akan sangat mempengaruhi kemampuan ibu kota mengendalikan penyebaran virus corona (Covid-19).

"Mari sama-sama semangat dan optimisme harus kita bangun. Dengan sikap positif saya berharap kondisi akan menjadi lebih baik. Setelah pandemi COVID-19 ini saya juga berharap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif jauh lebih baik lagi,” kata Wishnutama dalam keterangannya, Rabu (8/4/2020). (Baca Juga: Kemenparekraf Realokasi Anggaran Rp500 Miliar untuk Tangani Covid-19 )

Dia melanjutkan, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah dan stimulus untuk membantu pelaku industri yang terdampak Covid-19. Dalam hal ini, Kemenparekraf berperan dalam melakukan pendataan pelaku industri parekraf.

Untuk itulah, Wishnutama juga meminta para pelaku dan asosiasi pengusaha sektor parekraf aktif melakukan proses pendataan guna penyaluran bantuan stimulus.

“Untuk itu, para pelaku parekraf saya minta untuk segera melapor ke Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat melalui contact center COVlD-19 +628118956767 whatsapp atau email [email protected],” kata Wishnutama.

Pihaknya juga terus berupaya mengumpulkan data-data tenaga kerja, baik dari dinas, asosiasi, industri, asosiasi musisi, produser film, seni pertunjukan, dan lainnya agar pendataan penyaluran kartu pra kerja yang sedang dilakukan dapat tepat sasaran.

Data tersebut nantinya akan dikroscek dengan kementerian/lembaga (K/L) lain supaya tidak ada duplikasi data sehingga pekerja yang menerima manfaat kartu prakerja semakin lebih luas.

Menparekraf juga menerima laporan, bahwa terdapat kendala untuk pendataan. Sebagai contoh dari data yang masuk ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat ini terdapat 1.266 hotel yang terpaksa tutup di 31 provinsi. Dari 1.266 hotel baru 844 hotel dan 74.101 karyawan yang terdata.

“Kami terus berusaha mendata baik itu pekerja formal maupun informal. Yang formal kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan yang informal bisa kami tangani. Data yang masuk di tim, ada 80.000 data yang masuk. Kami harapkan setelah proses clean snyc akan bertambah menjadi 120.000 tenaga kerja," bebernya.

Dia menjelaskan, jumlah tersebut merupakan gabungan dari tenaga kerja yang informal, PHK, dan dirumahkan. "Pelaku seni dari federasi musisi Indonesia, persatuan karyawan film dan televisi juga termasuk di dalamnya,” tutupnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wagub Sumbar Sebut PSBB...
Wagub Sumbar Sebut PSBB Sangat Berdampak pada Ekonomi
Aktivitas Sosial dan...
Aktivitas Sosial dan Ekonomi Dibuka, Pakar Epidemiologi: Yang Menentukan Bukan Ekonom
Usia 45 Tahun Boleh...
Usia 45 Tahun Boleh Beraktivitas, Pemerintah Terlalu Kedepankan Logika Ekonomi
Kesimpulan LSI Denny...
Kesimpulan LSI Denny JA tentang Pelonggaran Aktivitas Ekonomi Dinilai Berbahaya
Polri Beri Bantuan Uang...
Polri Beri Bantuan Uang Rp600.000 untuk Sopir Terdampak Wabah Corona
Tekan Penularan Corona,...
Tekan Penularan Corona, Pemerintah Harus Urai Ruang Interaksi Masyarakat
Berita Terkini
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
12 menit yang lalu
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
2 jam yang lalu
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
8 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
11 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
11 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved