Dunia di bawah ancaman kelaparan

Kamis, 20 Oktober 2011 - 12:41 WIB
Dunia di bawah ancaman kelaparan
Dunia di bawah ancaman kelaparan
A A A
Sindonews.com - Masalah krisis pangan memang makin menghantui penduduk dunia. Pasalnya, dengan semakin membludaknya jumlah penduduk dunia namun jumlah lahan pertanian semakin sempit belum lagi masalah cuaca yang saat ini tak menentu membuat pasokan pangan dunia makin surut.

"Hal besar itu adalah pangan. Hari ini di Gorontalo kita memperingati Hari Pangan Sedunia ke-13 untuk mengingatkan kita semua bahwa ketersediaan pangan bagi penduduk bumi adalah masalah besar yang belum terpecahkan," ujar Wapres Boediono saat sambutan di Hari Pangan Nasional, di Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (20/10/2011).

Menurut catatan PBB, pada Oktober ini akan lahir penduduk bumi yang ketujuh miliar. Jumlah manusia penghuni bumi akan terus meningkat dan pada 2050 diperkirakan akan mencapai 9,5 miliar orang atau meningkat lebih dari 35 persen.

Justru dari itu, kata dia persoalan mendasar saat ini bagaimana memberi persediaan yang cukup demi kelangsungan hidup umat manusia.

"Masalah mendasar adalah bagaimana memberi makan yang cukup bagi penghuni planet bumi yang terus meningkat pesat itu. Sedangkan kita tahu, sekarang inipun masih banyak penduduk dunia yang mengalami kelaparan dan sangat banyak yang hidup dalam zona rawan pangan," jelasnya.

Oleh sebab itu, Indonesia dengan penduduk terbesar keempat di dunia wajib memikirkan dengan sungguh-sungguh masalah pangan ini. Pada situasi sekarang, keadaan pangan secara umum di Indonesia masih bisa mengimbangi pertambahan penduduknya, meskipun pas-pasan. Oleh karena ini kondisi pangan kita masih mengandung kerawanan.



"Situasi pangan kita belum sepenuhnya aman, apalagi kalau kita melihat ke depan. Di waktu mendatang penduduk kita masih terus bertambah," paparnya.

Jika tidak ada penanganan yang serius maka keterancaman pangan untuk Indonesia bakal terjadi. "Tanpa langkah-langkah yang sungguh-sungguh, sistematis dan kita laksanakan sekarang, kerawanan pangan hampir pasti akan terus menghantui kita, bangsa Indonesia," imbuhnya.

Boediono menjelaskan bahwa tantangan yang kita hadapi di bidang pangan besar. Namun saya bisa menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang disayang Tuhan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1893 seconds (11.97#12.26)