Pendapatan wisata Perhutani capai Rp25 M
Selasa, 15 November 2011 - 16:38 WIB
Pendapatan wisata Perhutani capai Rp25 M
A
A
A
Sindonews.com - Perum Perhutani kanwil Jabar dan Banten berhasil membukukan pendapatan dari pengelolaan tempat wisata sampai dengan Rp25 miliar selama kurun waktu Januari-Oktober 2011.
Manager Perum Perhutani Bidang Non Hutan Lies Bahuta mengatakan, dari target pendapatan senilai Rp30 miliar sampai akhir tahun 2011, Perhutani telah membubukan pendapatan senilai Rp25 miliar. Lies optimis, jumlah tersebut akan terpenuhi selama tempo dua bulan kedepan. Terutama pada liburan akhir tahun.
"Selain libur sekolah dan libur Lebaran, momen Tahun Baru menjadi andalan kami untuk menggenjot pendapatan dari sektor pariwisata di luar hutan," jelas Lies Bahuta di Bandung, Selasa (15/11/2011).
Dengan membukukan pendapatan senilai Rp25 miliar, Perhutani mampu mengakselerasi pendapatan sampai dengan 150% dari tahun lalu yang hanya memperoleh Rp150 miliar.
Menurut dia, pendapatan yang mampu menyumpang PAD cukup besar tersebut, didapat dari pengelolaan puluhan destinasi wisata di Jabar dan Banten. Seperti cluster Kawah Putih, Ciwidey, Tangkuban Perahu, Situ Patenggang, Cilembur Bogor, Taman Hutan Raya Jabar, dan lainnya.
"Selama tahun 2011, jumlah kunjungan tertinggi terjadi di cluster Kawah Putih meliputi air terjun Cimanggu, yaitu mencapai 500 ribuan pengunjung. Sedangkan khusus pengunjung Kawah Putih bisa mencapai 200 ribuan orang," beber Lies.
Saat ini, lanjut dia, Kawah Putih tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata keluarga, tapi juga tempat calon pengantin mengambil foto pre wedding.
Karakteristik pengunjung cluster Kawah Putih juga tidak hanya dari Bandung dan sekitarnya. Justru beberapa kelompok pengunjung datang dari Jabodetabek dan pulau lainnya di Indonesia. Tingkat kunjungan, biasanya melonjak pada akhir pekan.
Ketika disinggung dampak hujan yang sering mengguyur Jawa Barat akhir-akhir ini, Lies menyatakan belum berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke beberapa objek wisata. Terutama saat weekend, cuaca masih cukup bersahabat. Sejumlah pengunjung pun lebih memilih kondisi cuaca hujan untuk beberapa tempat wisata.
Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat terutama di sejumlah objek wisata yang berpotensi terjadi bencana alam seperti longsor atau banjir akibat iklim. "Kami ada SOP untuk hal itu. Bila memang kondisi cuaca cukup ekstrim, kami segera menutup tempat wisata. Ini untuk mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," timpal dia.
Namun demikian, sampai sejauh ini, Perum Perhutani belum pernah melakukan penutupan tempat wisata akibat cuaca ekstrim. Termasuk di kawasan air terjun Cimanggu.
Manager Perum Perhutani Bidang Non Hutan Lies Bahuta mengatakan, dari target pendapatan senilai Rp30 miliar sampai akhir tahun 2011, Perhutani telah membubukan pendapatan senilai Rp25 miliar. Lies optimis, jumlah tersebut akan terpenuhi selama tempo dua bulan kedepan. Terutama pada liburan akhir tahun.
"Selain libur sekolah dan libur Lebaran, momen Tahun Baru menjadi andalan kami untuk menggenjot pendapatan dari sektor pariwisata di luar hutan," jelas Lies Bahuta di Bandung, Selasa (15/11/2011).
Dengan membukukan pendapatan senilai Rp25 miliar, Perhutani mampu mengakselerasi pendapatan sampai dengan 150% dari tahun lalu yang hanya memperoleh Rp150 miliar.
Menurut dia, pendapatan yang mampu menyumpang PAD cukup besar tersebut, didapat dari pengelolaan puluhan destinasi wisata di Jabar dan Banten. Seperti cluster Kawah Putih, Ciwidey, Tangkuban Perahu, Situ Patenggang, Cilembur Bogor, Taman Hutan Raya Jabar, dan lainnya.
"Selama tahun 2011, jumlah kunjungan tertinggi terjadi di cluster Kawah Putih meliputi air terjun Cimanggu, yaitu mencapai 500 ribuan pengunjung. Sedangkan khusus pengunjung Kawah Putih bisa mencapai 200 ribuan orang," beber Lies.
Saat ini, lanjut dia, Kawah Putih tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata keluarga, tapi juga tempat calon pengantin mengambil foto pre wedding.
Karakteristik pengunjung cluster Kawah Putih juga tidak hanya dari Bandung dan sekitarnya. Justru beberapa kelompok pengunjung datang dari Jabodetabek dan pulau lainnya di Indonesia. Tingkat kunjungan, biasanya melonjak pada akhir pekan.
Ketika disinggung dampak hujan yang sering mengguyur Jawa Barat akhir-akhir ini, Lies menyatakan belum berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke beberapa objek wisata. Terutama saat weekend, cuaca masih cukup bersahabat. Sejumlah pengunjung pun lebih memilih kondisi cuaca hujan untuk beberapa tempat wisata.
Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat terutama di sejumlah objek wisata yang berpotensi terjadi bencana alam seperti longsor atau banjir akibat iklim. "Kami ada SOP untuk hal itu. Bila memang kondisi cuaca cukup ekstrim, kami segera menutup tempat wisata. Ini untuk mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," timpal dia.
Namun demikian, sampai sejauh ini, Perum Perhutani belum pernah melakukan penutupan tempat wisata akibat cuaca ekstrim. Termasuk di kawasan air terjun Cimanggu.
()