Jelang tahun baru, hunian hotel sudah penuh

Kamis, 29 Desember 2011 - 11:03 WIB
Jelang tahun baru, hunian...
Jelang tahun baru, hunian hotel sudah penuh
A A A
Sindonews.com - Sejumlah daerah tujuan wisata telah dipadati wisatawan yang bersiap menyambut malam pergantian tahun. Salah satunya di Kota Kembang, Bandung yang mana tingkat hunian hotel telah terisi hingga 90 persen dari 14 ribu kamar hotel. Jumlah itu meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Peningkatannya antara 5 hingga 10 persen,” kata Kepala Disbudpar Kota Bandung Priana Wirasaputra, kemarin.

Menurut dia, perayaan Tahun Baru 2012 di Bandung akan tersebar di banyak spot. Pihaknya juga mempersilakan hotel, restoran, dan tempat-tempat publik lainnya untuk menggelar acara masing-masing. Demikian dengan objek wisata. Kemungkinan akan mengalami peningkatan, tapi tidak signifikan.

Adapun tempat-tempat yang akan ramai dikunjungi adalah Kebun Binatang Bandung dan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani. “Wahana bermain yang berada di areal mal pun diprediksi akan dibanjiri pengunjung, sisanya wisata belanja dan kuliner tetap menjadi primadona yang banyak diincar wisatawan,” jelas Priana.

Dijelaskannya, sepanjang 2011 terdapat 3,2 juta wisatawan yang menginap di Kota Bandung. Sementara wisatawan yang tidak menginap jumlahnya mencapai lima juta orang.

Tahun ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar mempromosikan sembilan daerah tujuan utama wisata, di antaranya wilayah Bandung Raya untuk wisata belanja dan kuliner, Cianjur dengan situs megalitikum terbesar di dunia, kawasan Bogor dengan Kebun Raya dan kawasan Puncaknya, Karawang dengan situs Candi Jiwa, Cirebon sebagai Jogjanya Jabar, Ciamis dengan wisata Pantai Pangandaran, serta Sukabumi dengan rafting dan lokasi surfing kelas dunia di Cimaja. Di Kota Bandung sendiri, sejumlah bioskop mulai dipenuhi penonton pada liburan sekolah tahun ini.

Tak berbeda dengan di Bandung, seluruh hotel dan vila di Puncak, Bogor, Jawa Barat, sudah penuh dipesan sejak beberapa hari lalu. Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat yang tidak mendapatkan tempat berlibur menghabiskan malam pergantian tahun. Widi Handayani (27), warga Jakarta Pusat, terpaksa membatalkan rencana liburan bersama teman-temannya karena tidak mendapatkan kamar hotel.

Dia mengaku mulai mencari hotel sejak Jumat , 23 Desember 2011, tapi semuanya sudah penuh. Hotel, kata dia, baru bisa dipesan untuk 3 Januari. Sementara untuk 22 Desember hingga Tahun Baru sudah penuh. “Tiga hotel di kawasan Cisarua, Megamendung, maupun Puncak sudah saya dicari termasuk vila, namun tidak berhasil karena kamar sudah habis dipesan hingga awal tahun,” katanya kemarin. Menurut gadis cantik ini, dia terpaksa membatalkan liburan ke Puncak dan memilih menghabiskan malam tahun baru di Jakarta.

“Di Jakarta, saya bersama teman-teman berencana akan kumpul di sebuah kafe,” ujarnya. Hal yang sama dialami Jefri (35), warga Bogor, juga terpaksa membatalkan rencana liburan bersama keluarganya pada malam Tahun Baru di kawasan Puncak karena tidak lagi mendapatkan kamar.

“Semua kamar hotel dan vila sudah penuh. Terpaksa saya membatalkan rencana tersebut,” katanya.

Tahun Baru kali ini, kata Jefri, dia lebih senang menginap bersama keluarganya di kawasan Puncak karena banyak alternatif pilihan. Tahun Baru sebelumnya,dia juga pergi ke Puncak tapi tidak menginap.

“Sangat merepotkan kalau tidak menginap. Apalagi, jalan di Puncak pada malam Tahun Baru ditutup. Kasihan anak saya tidur di kendaraan,” ungkapnya.

Ketua bidang Sumber Daya Manusia Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Bogor Dedi Maulana mengatakan, kamar hotel dan vila di kawasan Puncak telah habis dipesan sejak jauh-jauh hari. “Kenaikan pengunjung menjelang pergantian tahun ini mencapai 90 persen jika dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, meski pergantian tahun masih dua hari lagi, Bali terus dibanjiri wisatawan. Macet di sepanjang jalan hingga kawasan wisata tidak mengurangi antusiasme para pelancong. Kemacetan menyambut begitu tiba di Bali. Keluar dari Ngurah Rai, mobil agen travel ataupun mobil hotel hingga taksi yang mengangkut wisatawan harus terjebak macet, saat menuju sejumlah kawasan wisata Kuta, Jimbaran, dan Nusa Dua.

Bagi yang hendak menuju Kuta, turis harus bersabar saat keluar dari bandara dan menyusuri jalanan ke kawasan wisata terfavorit ini. Untuk yang ingin menuju Sanur, kemacetan menghadang begitu melintasi jalan By Pass Ngurah Rai hingga simpang Dewa Ruci. Begitu juga turis yang memilih berlibur ke Jimbaran ataupun Nusa Dua, harus mau merasakan macet di persimpangan Jimbaran.

”Hampir satu jam begitu keluar dari bandara menuju Kuta,” ujar Andre Geofani, wisatawan asal Malang yang berlibur ke Bali membawa istri dan anaknya.

Puguh Santoso, wisatawan asal Malang, mengaku liburan ke Bali sudah menjadi hobi bersama keluarganya dalam dua tahun terakhir. ”Bicara kemacetan, itu sudah kami rasakan ketika mau masuk Bali. Tapi semua itu hilang setelah mencicipi kuliner Bali,” tuturnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
22 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
34 menit yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
5 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved