1 miliar kendaraan lintasi jalan tol di 2011
Jum'at, 30 Desember 2011 - 08:51 WIB
1 miliar kendaraan lintasi jalan tol di 2011
A
A
A
Sindonews.com – Total volume lalu lintas yang melewati jalan bebas hambatan (jalan tol) sampai dengan Desember 2011 diperkirakan mencapai 1,07 miliar kendaraan. Angka ini naik 13,45 persen dibandingkan sepanjang 2010 sebesar 949,58 juta kendaraan.
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Frans S Sunito mengatakan, peningkatan total volume lalu lintas transaksi tersebut mendongkrak pendapatan perseroan hingga 11,7 persen.
Perseroan hingga akhir tahun ini mencetak pendapatan sebesar Rp4,8 triliun, naik dibandingkan pendapatan 2010 sebesar Rp4,3 triliun. “Kenaikan pendapatan usaha perseroan selain ditopang oleh kenaikan lalu lintas sepanjang tahun, juga didukung adanya penyesuaian tarif di sejumlah ruas tol,” ujar Frans di Jakarta kemarin.
Perseroan, lanjut dia, menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,1 persen pada 2012, menjadi Rp5,5 triliun. Pertumbuhan ditopang oleh proyeksi kenaikan trafik lalu lintas sebesar 4,3 persen menjadi 1,116 miliar dan kenaikan tarif sebesar 5,9 persen–25 persen di sejumlah ruas tol.
Ruas tol tersebut adalah Jakarta–Bogor–Ciawi, Jakarta–Tangerang, tol Dalam Kota Jakarta, tol Lingkar Luar Jakarta, Padalarang–Cileunyi, Semarang Seksi A,B,C, Surabaya– Gempol, Palimanan–Kanci, Cikampek–Padalarang,Belawan–Medan–Tanjung Morawa, dan Pondok Aren–Ulujami.
Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansyah mengatakan, perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp7,7 triliun untuk tahun depan. Dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan operasional jalan tol sebesar Rp1,4 triliun dan konstruksi jalan tol baru sebesar Rp6,3 triliun.
“Itu total belanja modal secara konsolidasi. Pendanaannya dari ekuitas Jasa Marga dan sisanya dari sindikasi perbankan oleh anak-anak perusahaan sebesar Rp4,5 triliun. Kami tidak memiliki utang yang jatuh tempo pada 2012 sehingga belum ada kebutuhan yang mendesak untuk refinancing,” ungkapnya.
Adapun pengembangan jalan tol baru perusahaan akan dilakukan di sembilan ruas, yaitu Bogor Ring Road tahap II, Gempol– Pasuruan, Semarang–Solo seksi Ungaran–Bawen, Surabaya– Mojokerto, Gempol–Pandaan, Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa, JORR W2 Utara (Ulujami–Kebon Jeruk), Serpong– Kunciran, dan Kunciran–Cengkareng.
Menurut dia, operator tol pelat merah itu memang telah menetapkan 2012 dan 2013 sebagai tahun konstruksi perusahaan. Pembangunan sembilan ruas tol sepanjang 215 km itu diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp25 triliun selama dua tahun ke depan.
Direktur Pengembangan Bisnis Jasa Marga Abdul Hadi mengatakan, perusahaan juga akan mengikuti sejumlah tender proyek tol baru pada 2012, antara lain ruas tol Medan–Kualanamu–Tebingtinggi dan ruas Pandaan–Malang.
“Kami hanya akan mengikuti tender untuk proyek-proyek jalan tol yang terhubung dengan ruas-ruas tol kami yang existing supaya ada konektivitas. Pandaan–Malang memungkinkan karena terhubung dengan ruas Gempol–Pandaan,” jelasnya.
Perseroan juga berencana untuk menuntaskan akuisisi ruas tol Waru–Wonokromo–Perak sepanjang 18,6 kilometer.
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Frans S Sunito mengatakan, peningkatan total volume lalu lintas transaksi tersebut mendongkrak pendapatan perseroan hingga 11,7 persen.
Perseroan hingga akhir tahun ini mencetak pendapatan sebesar Rp4,8 triliun, naik dibandingkan pendapatan 2010 sebesar Rp4,3 triliun. “Kenaikan pendapatan usaha perseroan selain ditopang oleh kenaikan lalu lintas sepanjang tahun, juga didukung adanya penyesuaian tarif di sejumlah ruas tol,” ujar Frans di Jakarta kemarin.
Perseroan, lanjut dia, menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,1 persen pada 2012, menjadi Rp5,5 triliun. Pertumbuhan ditopang oleh proyeksi kenaikan trafik lalu lintas sebesar 4,3 persen menjadi 1,116 miliar dan kenaikan tarif sebesar 5,9 persen–25 persen di sejumlah ruas tol.
Ruas tol tersebut adalah Jakarta–Bogor–Ciawi, Jakarta–Tangerang, tol Dalam Kota Jakarta, tol Lingkar Luar Jakarta, Padalarang–Cileunyi, Semarang Seksi A,B,C, Surabaya– Gempol, Palimanan–Kanci, Cikampek–Padalarang,Belawan–Medan–Tanjung Morawa, dan Pondok Aren–Ulujami.
Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansyah mengatakan, perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp7,7 triliun untuk tahun depan. Dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan operasional jalan tol sebesar Rp1,4 triliun dan konstruksi jalan tol baru sebesar Rp6,3 triliun.
“Itu total belanja modal secara konsolidasi. Pendanaannya dari ekuitas Jasa Marga dan sisanya dari sindikasi perbankan oleh anak-anak perusahaan sebesar Rp4,5 triliun. Kami tidak memiliki utang yang jatuh tempo pada 2012 sehingga belum ada kebutuhan yang mendesak untuk refinancing,” ungkapnya.
Adapun pengembangan jalan tol baru perusahaan akan dilakukan di sembilan ruas, yaitu Bogor Ring Road tahap II, Gempol– Pasuruan, Semarang–Solo seksi Ungaran–Bawen, Surabaya– Mojokerto, Gempol–Pandaan, Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa, JORR W2 Utara (Ulujami–Kebon Jeruk), Serpong– Kunciran, dan Kunciran–Cengkareng.
Menurut dia, operator tol pelat merah itu memang telah menetapkan 2012 dan 2013 sebagai tahun konstruksi perusahaan. Pembangunan sembilan ruas tol sepanjang 215 km itu diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp25 triliun selama dua tahun ke depan.
Direktur Pengembangan Bisnis Jasa Marga Abdul Hadi mengatakan, perusahaan juga akan mengikuti sejumlah tender proyek tol baru pada 2012, antara lain ruas tol Medan–Kualanamu–Tebingtinggi dan ruas Pandaan–Malang.
“Kami hanya akan mengikuti tender untuk proyek-proyek jalan tol yang terhubung dengan ruas-ruas tol kami yang existing supaya ada konektivitas. Pandaan–Malang memungkinkan karena terhubung dengan ruas Gempol–Pandaan,” jelasnya.
Perseroan juga berencana untuk menuntaskan akuisisi ruas tol Waru–Wonokromo–Perak sepanjang 18,6 kilometer.
()