BTN ekspansi bisnis ke Jawa Barat
Jum'at, 30 Desember 2011 - 10:08 WIB
BTN ekspansi bisnis ke Jawa Barat
A
A
A
Sindonews.com – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus berekspansi di wilayah Jawa Barat. Ekspansi dilakukan dengan membuka kantor cabang baru di Cileunyi, Bandung Timur, Jawa Barat.
Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah mengatakan, bisnis properti di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung, tumbuh cukup pesat. Potensi bisnis, khususnya peluang peningkatan di wilayah tersebut, menjadi pertimbangan BTN untuk membuka kantor cabang baru di Bandung.
“Kantor cabang di Cileunyi ini merupakan kantor cabang ke-65 dari 625 jaringan kantor, baik konvensional maupun syariah, yang dimiliki BTN,” ujar Evi dalam siaran persnya kemarin.
Evi menjelaskan, Kantor Cabang BTN Bandung Timur merupakan kantor cabang baru. Melihat perkembangan bisnis yang sangat cepat di wilayah ini, untuk mendukung pelayanan yang lebih baik perlu dibuka kantor cabang baru dengan kewenangan memutus kredit yang lebih besar.
“Dengan banyak pertimbangan, akhirnya manajemen berada pada satu keputusan untuk memilih Bandung Timur sebagai kantor cabang BTN yang menurut pandangan kami lebih strategis untuk berkembang menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut dia, Bandung Timur menjadi prioritas dalam pengembangan bisnis BTN, karena potensi yang ada di wilayah ini sangatlah besar, khususnya dalam pemenuhan pembiayaan perumahan terkait dengan core business perseroan. Di samping itu, pertumbuhan dana masyarakat juga mempunyai potensi yang cukup besar bagi tumbuhnya dana pihak ketiga (DPK).
BTN yang mempunyai bisnis utama di bidang pembiayaan perumahan dan industri lainnya, lanjut dia, sangat berkepentingan untuk dapat mengambil peran dalam pengembangan ekonomi di wilayah ini. Evi menambahkan, BTN Bandung Timur diharapkan akan memberikan kontribusi bagi pemenuhan target komposisi kredit nonperumahan sebesar 15 persen dan 85 persen pada kredit perumahan.
Hingga September 2011, BTN membukukan laba bersih Rp707 miliar. Angka tersebut naik 4,35 persen year on year (yoy) dari sebelumnya Rp678 miliar. Laba bersih tersebut ditopang kenaikan total pendapatan bunga bersih BTN menjadi Rp2,56 triliun dan pendapatan operasional lainnya menjadi Rp782 miliar.
Untuk aset per September 2011, BTN telah membukukan aset Rp76,05 triliun tumbuh 19,45 persen dibandingkan kuartal III/2010 Rp63,66 triliun. (ank)
Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah mengatakan, bisnis properti di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung, tumbuh cukup pesat. Potensi bisnis, khususnya peluang peningkatan di wilayah tersebut, menjadi pertimbangan BTN untuk membuka kantor cabang baru di Bandung.
“Kantor cabang di Cileunyi ini merupakan kantor cabang ke-65 dari 625 jaringan kantor, baik konvensional maupun syariah, yang dimiliki BTN,” ujar Evi dalam siaran persnya kemarin.
Evi menjelaskan, Kantor Cabang BTN Bandung Timur merupakan kantor cabang baru. Melihat perkembangan bisnis yang sangat cepat di wilayah ini, untuk mendukung pelayanan yang lebih baik perlu dibuka kantor cabang baru dengan kewenangan memutus kredit yang lebih besar.
“Dengan banyak pertimbangan, akhirnya manajemen berada pada satu keputusan untuk memilih Bandung Timur sebagai kantor cabang BTN yang menurut pandangan kami lebih strategis untuk berkembang menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut dia, Bandung Timur menjadi prioritas dalam pengembangan bisnis BTN, karena potensi yang ada di wilayah ini sangatlah besar, khususnya dalam pemenuhan pembiayaan perumahan terkait dengan core business perseroan. Di samping itu, pertumbuhan dana masyarakat juga mempunyai potensi yang cukup besar bagi tumbuhnya dana pihak ketiga (DPK).
BTN yang mempunyai bisnis utama di bidang pembiayaan perumahan dan industri lainnya, lanjut dia, sangat berkepentingan untuk dapat mengambil peran dalam pengembangan ekonomi di wilayah ini. Evi menambahkan, BTN Bandung Timur diharapkan akan memberikan kontribusi bagi pemenuhan target komposisi kredit nonperumahan sebesar 15 persen dan 85 persen pada kredit perumahan.
Hingga September 2011, BTN membukukan laba bersih Rp707 miliar. Angka tersebut naik 4,35 persen year on year (yoy) dari sebelumnya Rp678 miliar. Laba bersih tersebut ditopang kenaikan total pendapatan bunga bersih BTN menjadi Rp2,56 triliun dan pendapatan operasional lainnya menjadi Rp782 miliar.
Untuk aset per September 2011, BTN telah membukukan aset Rp76,05 triliun tumbuh 19,45 persen dibandingkan kuartal III/2010 Rp63,66 triliun. (ank)
()