Jadi tuan rumah, pengusaha Jabar perlu wadah
Jum'at, 30 Desember 2011 - 10:46 WIB
Jadi tuan rumah, pengusaha Jabar perlu wadah
A
A
A
Sindonews.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat menilai pengusaha lokal belum menjadi tuan rumah bagi investor yang menanam modal di Jabar. Untuk itu dibutuhkan lembaga yang mewadahi pengusaha tersebut.
Ketua Umum Kadin Jabar Agung S.Sutisno menegaskan, agar pengusaha lokal menjadi tuan rumah dibutuhkan sebuah lembaga yang mewadahi para pengusaha lokal ini.
“Para pelaku usaha juga harus melibatkan diri dalam pembangunan infrastruktur Jabar, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat Jabar sendiri,” jelas Agung usai mempresentasikan makalah Kesiapan Pengusaha Daerah dalam Menyongsong Tantangan dan Peluang Investasi di Jawa Barat, di Hotel Panghegar, Kota Bandung, kemarin.
Menurut dia, ada sekira 80 ribu orang atau 0,18 persen pengusaha di Jabar dari jumlah penduduk. Jumlah itu akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,84 persen per tahunnya. Disinggung partisipasi pengusaha terhadap pembangunan infrastruktur sangat minim, Agung mengatakan, karena Pemprov Jabar masih lamban menangani keluhan-keluhan dari para pengusaha.
Agung mencatat, keluhan yang paling sering menghambat di antaranya sarana prasarana infrastruktur kurang memadai, perizinan yang sulit, pemberlakuan peraturan daerah, kebijakan naiknya harga listrik dan BBM, juga kebijakan-kebijakan lain tentang investasi yang dinilai belum berpihak kepada investor.
“Makanya Pemprov Jabar diharapkannya dapat mengubah iklim investasi Jabar menjadi lebih baik. Lembaga pemerintahan harus profesional, kualitas SDM harus seperti yang diharapkan, proses perizinan harus dipercepat dan murah. Selain itu, kualitas sarana dan prasarana pendukung investasi butuh ditingkatkan,” kata Agung.
Dijelaskannya, perbaikan jalan dan keamanan prosedur teknis selama ini menjadi kendala utama. Dia menyebutkan upaya yang potensial dan harus diikutsertakan oleh para pengusaha lokal Jabar di antaranya, akselerasi pembangunan Bandara Kertajati dan Tol Cisundawu, penebalan runway Bandara Hussein Sastranegara, peningkatan potensi geothermal di Jabar, pembangunan jalan raya lintas Jabar bagian selatan, dan pembangunan tol Palimanan-Cikampek.
“Kita juga harus sama-sama mendukung realisasi APBD infrastruktur yang dibutuhkan sampai mencapai Rp1 triliun,” katanya.
Ketua Umum Kadin Jabar Agung S.Sutisno menegaskan, agar pengusaha lokal menjadi tuan rumah dibutuhkan sebuah lembaga yang mewadahi para pengusaha lokal ini.
“Para pelaku usaha juga harus melibatkan diri dalam pembangunan infrastruktur Jabar, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat Jabar sendiri,” jelas Agung usai mempresentasikan makalah Kesiapan Pengusaha Daerah dalam Menyongsong Tantangan dan Peluang Investasi di Jawa Barat, di Hotel Panghegar, Kota Bandung, kemarin.
Menurut dia, ada sekira 80 ribu orang atau 0,18 persen pengusaha di Jabar dari jumlah penduduk. Jumlah itu akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,84 persen per tahunnya. Disinggung partisipasi pengusaha terhadap pembangunan infrastruktur sangat minim, Agung mengatakan, karena Pemprov Jabar masih lamban menangani keluhan-keluhan dari para pengusaha.
Agung mencatat, keluhan yang paling sering menghambat di antaranya sarana prasarana infrastruktur kurang memadai, perizinan yang sulit, pemberlakuan peraturan daerah, kebijakan naiknya harga listrik dan BBM, juga kebijakan-kebijakan lain tentang investasi yang dinilai belum berpihak kepada investor.
“Makanya Pemprov Jabar diharapkannya dapat mengubah iklim investasi Jabar menjadi lebih baik. Lembaga pemerintahan harus profesional, kualitas SDM harus seperti yang diharapkan, proses perizinan harus dipercepat dan murah. Selain itu, kualitas sarana dan prasarana pendukung investasi butuh ditingkatkan,” kata Agung.
Dijelaskannya, perbaikan jalan dan keamanan prosedur teknis selama ini menjadi kendala utama. Dia menyebutkan upaya yang potensial dan harus diikutsertakan oleh para pengusaha lokal Jabar di antaranya, akselerasi pembangunan Bandara Kertajati dan Tol Cisundawu, penebalan runway Bandara Hussein Sastranegara, peningkatan potensi geothermal di Jabar, pembangunan jalan raya lintas Jabar bagian selatan, dan pembangunan tol Palimanan-Cikampek.
“Kita juga harus sama-sama mendukung realisasi APBD infrastruktur yang dibutuhkan sampai mencapai Rp1 triliun,” katanya.
()