Samin Tan duduki chairman Bumi Plc
Sabtu, 31 Desember 2011 - 11:56 WIB
Samin Tan duduki chairman Bumi Plc
A
A
A
Sindonews.com – Pembagian kekuasaan atas aset yang dimiliki PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mulai terjadi, pascadivestasi 23,8 persen saham Bumi Plc kepada PT Borneo Lumbung Energi Metal Tbk (BORN).
Direktur Utama BORN Samin Tan kini menggantikan peran Indra Bakrie sebagai Chairman di Bumi Plc. Dengan begitu, BORN memiliki kekuasaan lebih dalam mengatur aset-aset yang berada di bawah perusahaan tercatat di bursa London, yang sebelumnya dimiliki penuh oleh keluarga Rotschild.
Aset-aset yang berada di bawah Bumi Plc antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Naiknya posisi Samin Tan ke posisi tertinggi di Bumi Plc, membuat posisi tertinggi di BORN saat ini digantikan oleh Alexander Ramile, yang sebelumnya berkarier di sektor perbankan dan investasi. Salah satunya di Ancora Capital.
“Kami berkomitmen untuk tetap mengembangkan secara bersama-sama. BUMI terus mengembangkan produksi batu baranya, begitu pula BRAU dan juga proyek-proyek BRMS yang masih akan berjalan,” ujar Samin Tan seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BORN di Jakarta kemarin.
Berdasarkan hasil RUPSLB, pemegang saham menyetujui adanya pengalihan porsi saham dan pembentukan perusahaan baru, yang merepresentasikan BNBR dan BORN. Pemegang saham BORN menyetujui adanya pengambilalihan masing-masing 49 persen dan 51 persen saham BNBR Long Haul dari modal disetor dan ditempatkan dalam Bumi Borneo Pte Ltd dan Borneo Bumi Energi Pte Ltd. BORN bersama BNBR akan memiliki 22,5 persen saham Borneo Bumi. Sementara untuk Bumi Borneo, baik BORN maupun BNBR akan memiliki kepemilikan yang sama yaitu 25,10 persen.
Perpindahan saham itu dilakukan dengan mengalihkan sebanyak 54,154 juta saham voting Bumi Plc kepada Borneo Bumi. Sementara itu, hak-hak atas 60.442.782 saham nonvoting Bumi Plc telah berpindah kepada Bumi Borneo dan Borneo Bumi. Borneo Bumi dan Bumi Borneo telah melakukan penerbitan zero coupon convertible bond, masing-masing USD772,887 juta dan USD862,636 juta kepada BNBR dan Long Haul.
Terkait penerbitan surat utang itu, BNBR dan Long Haul menerbitkan irrevocable conversion notice. Nantinya pelaksanaan konversi akan efektif setelah 15 hari dari tanggal dikeluarkannya Irrevocable Convertion Notice. Sisa saham Bumi Plc lainnya akan dimiliki Recapital sebesar 9,8 persen. Porsi lainnya yaitu sekitar 42,6 persen, dimiliki pemegang saham lain termasuk publik.
Sebelumnya pada 31 Oktober 2011, BNBR telah menyepakati pelepasan 23,8 persen atau setengah dari kepemilikan Bumi Plc saat itu yaitu 47,6 persen kepada BORN.Transaksi itu dilakukan untuk mengurangi beban utang BNBR yang terlalu besar, terutama untuk percepatan pembayaran fasilitas pinjaman sebesar USD1,3 miliar dari Credit Suisse AG. Dalam perjanjian jual beli tersebut, BNBR menyepakati penjualan setengah dari kepemilikan 47,6 persen di Bumi Plc, senilai total USD1 miliar atau setara Rp8,5 triliun.
BNBR terpaksa melakukan divestasi karena Credit Suisse sebagai kreditur telah meminta perseroan melunasi utang yang semestinya jatuh tempo 2 Maret 2012, karena nilai jaminan yaitu saham Bumi Plc mengalami penurunan. Kepala riset PT Universal Broker Satrio Utomo mengatakan, transaksi tersebut merupakan penegasan adanya afiliasi di antara BORN dan BNBR.
Meskipun secara kepemimpinan, BORN menempatkan wakilnya di posisi nomor satu, upaya strategis pembentukan anak usaha baru menunjukkan dominasi yang tetap kuat dimiliki BNBR.
Direktur Utama BORN Samin Tan kini menggantikan peran Indra Bakrie sebagai Chairman di Bumi Plc. Dengan begitu, BORN memiliki kekuasaan lebih dalam mengatur aset-aset yang berada di bawah perusahaan tercatat di bursa London, yang sebelumnya dimiliki penuh oleh keluarga Rotschild.
Aset-aset yang berada di bawah Bumi Plc antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Naiknya posisi Samin Tan ke posisi tertinggi di Bumi Plc, membuat posisi tertinggi di BORN saat ini digantikan oleh Alexander Ramile, yang sebelumnya berkarier di sektor perbankan dan investasi. Salah satunya di Ancora Capital.
“Kami berkomitmen untuk tetap mengembangkan secara bersama-sama. BUMI terus mengembangkan produksi batu baranya, begitu pula BRAU dan juga proyek-proyek BRMS yang masih akan berjalan,” ujar Samin Tan seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BORN di Jakarta kemarin.
Berdasarkan hasil RUPSLB, pemegang saham menyetujui adanya pengalihan porsi saham dan pembentukan perusahaan baru, yang merepresentasikan BNBR dan BORN. Pemegang saham BORN menyetujui adanya pengambilalihan masing-masing 49 persen dan 51 persen saham BNBR Long Haul dari modal disetor dan ditempatkan dalam Bumi Borneo Pte Ltd dan Borneo Bumi Energi Pte Ltd. BORN bersama BNBR akan memiliki 22,5 persen saham Borneo Bumi. Sementara untuk Bumi Borneo, baik BORN maupun BNBR akan memiliki kepemilikan yang sama yaitu 25,10 persen.
Perpindahan saham itu dilakukan dengan mengalihkan sebanyak 54,154 juta saham voting Bumi Plc kepada Borneo Bumi. Sementara itu, hak-hak atas 60.442.782 saham nonvoting Bumi Plc telah berpindah kepada Bumi Borneo dan Borneo Bumi. Borneo Bumi dan Bumi Borneo telah melakukan penerbitan zero coupon convertible bond, masing-masing USD772,887 juta dan USD862,636 juta kepada BNBR dan Long Haul.
Terkait penerbitan surat utang itu, BNBR dan Long Haul menerbitkan irrevocable conversion notice. Nantinya pelaksanaan konversi akan efektif setelah 15 hari dari tanggal dikeluarkannya Irrevocable Convertion Notice. Sisa saham Bumi Plc lainnya akan dimiliki Recapital sebesar 9,8 persen. Porsi lainnya yaitu sekitar 42,6 persen, dimiliki pemegang saham lain termasuk publik.
Sebelumnya pada 31 Oktober 2011, BNBR telah menyepakati pelepasan 23,8 persen atau setengah dari kepemilikan Bumi Plc saat itu yaitu 47,6 persen kepada BORN.Transaksi itu dilakukan untuk mengurangi beban utang BNBR yang terlalu besar, terutama untuk percepatan pembayaran fasilitas pinjaman sebesar USD1,3 miliar dari Credit Suisse AG. Dalam perjanjian jual beli tersebut, BNBR menyepakati penjualan setengah dari kepemilikan 47,6 persen di Bumi Plc, senilai total USD1 miliar atau setara Rp8,5 triliun.
BNBR terpaksa melakukan divestasi karena Credit Suisse sebagai kreditur telah meminta perseroan melunasi utang yang semestinya jatuh tempo 2 Maret 2012, karena nilai jaminan yaitu saham Bumi Plc mengalami penurunan. Kepala riset PT Universal Broker Satrio Utomo mengatakan, transaksi tersebut merupakan penegasan adanya afiliasi di antara BORN dan BNBR.
Meskipun secara kepemimpinan, BORN menempatkan wakilnya di posisi nomor satu, upaya strategis pembentukan anak usaha baru menunjukkan dominasi yang tetap kuat dimiliki BNBR.
()