Koperasi Jateng raih predikat terbaik nasional
Sabtu, 31 Desember 2011 - 14:12 WIB
Koperasi Jateng raih predikat terbaik nasional
A
A
A
Sindonews.com – Perkembangan koperasi di Jawa Tengah (Jateng) tahun ini terbilang baik. Buktinya, pada 2011 ini mendapatkan predikat terbaik nasional. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko,kemarin.
Menurut dia, perkembangan perkoperasian di Jawa Tengah makin lama terus membaik dengan berbagai indikasinya.
“Dari berbagai hal, tampak bahwa perkoperasian Jawa Tengah semakin baik. Jumlah koperasi di provinsi ini sebanyak 26.165 unit, meningkat dibandingkan 2010 sebanyak 25.425 unit,” papar Sujarwanto.
Selain itu, jumlah aset koperasi se-Jawa Tengah tercatat sebesar Rp16,5 triliun. Artinya meningkat dibandingkan 2010 sebesar Rp14 triliun. Sementara omzet koperasi hingga September lalu tercatat Rp22 triliun.
“Jumlah omzet koperasi se-Jawa Tengah hingga akhir 2011 nanti diperkirakan bisa mencapai Rp27 triliun. Saat ini kami masih menunggu laporan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah terkait omzet ini. Kami yakin bisa mencapai jumlah tersebut mengingat di 2010 lalu omzetnya mencapai Rp25 triliun,” tandasnya.
Kendati begitu, lanjut dia, evaluasi terus dilakukan guna meningkatkan kinerja koperasi di tahun depan. Mengingat ada beberapa tantangan yang harus dihadapi koperasi untuk bisa lebih eksis.
Beberapa masalah yang menimpa koperasi dan UMKM di Jawa Tengah antara lain, daya saing produk wajib ditingkatkan, keterbatasan modal karena sulit mengakses kredit bank, rendahnya tingkat pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan pengelola, serta kurangnya keterpaduan antarsektor dalam pengembangan produk di daerah.
“Berbagai masalah ini selanjutnya kami berikan jalan keluar, sehingga koperasi dan UMKM semakin bisa berkembang baik,” harapnya.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Jateng Warsono menuturkan, perkembangan koperasi di Jateng tahun ini sudah mengalami peningkatan cukup signifikan. Namun tetap perlu ada pembenahan, khususnya menyangkut SDM.
“Menyangkut SDM ini tentu perlu digencarkan pelatihan bagi petugas koperasi, termasuk Dekopin juga terus melakukan pembinaan,” tambahnya.
Menurut dia, perkembangan perkoperasian di Jawa Tengah makin lama terus membaik dengan berbagai indikasinya.
“Dari berbagai hal, tampak bahwa perkoperasian Jawa Tengah semakin baik. Jumlah koperasi di provinsi ini sebanyak 26.165 unit, meningkat dibandingkan 2010 sebanyak 25.425 unit,” papar Sujarwanto.
Selain itu, jumlah aset koperasi se-Jawa Tengah tercatat sebesar Rp16,5 triliun. Artinya meningkat dibandingkan 2010 sebesar Rp14 triliun. Sementara omzet koperasi hingga September lalu tercatat Rp22 triliun.
“Jumlah omzet koperasi se-Jawa Tengah hingga akhir 2011 nanti diperkirakan bisa mencapai Rp27 triliun. Saat ini kami masih menunggu laporan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah terkait omzet ini. Kami yakin bisa mencapai jumlah tersebut mengingat di 2010 lalu omzetnya mencapai Rp25 triliun,” tandasnya.
Kendati begitu, lanjut dia, evaluasi terus dilakukan guna meningkatkan kinerja koperasi di tahun depan. Mengingat ada beberapa tantangan yang harus dihadapi koperasi untuk bisa lebih eksis.
Beberapa masalah yang menimpa koperasi dan UMKM di Jawa Tengah antara lain, daya saing produk wajib ditingkatkan, keterbatasan modal karena sulit mengakses kredit bank, rendahnya tingkat pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan pengelola, serta kurangnya keterpaduan antarsektor dalam pengembangan produk di daerah.
“Berbagai masalah ini selanjutnya kami berikan jalan keluar, sehingga koperasi dan UMKM semakin bisa berkembang baik,” harapnya.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Jateng Warsono menuturkan, perkembangan koperasi di Jateng tahun ini sudah mengalami peningkatan cukup signifikan. Namun tetap perlu ada pembenahan, khususnya menyangkut SDM.
“Menyangkut SDM ini tentu perlu digencarkan pelatihan bagi petugas koperasi, termasuk Dekopin juga terus melakukan pembinaan,” tambahnya.
()