Penyaluran kredit DIY melonjak 21,71%
Sabtu, 31 Desember 2011 - 15:06 WIB
Penyaluran kredit DIY melonjak 21,71%
A
A
A
Sindonews.com – Penyaluran kredit perbankan di DI Yogyakarta tumbuh signifikan. Pada 2010 total kredit yang dikucurkan Rp12,7 triliun, sedangkan tahun ini–hingga November 2011– melonjak menjadi Rp15,4 triliun atau naik 21,71 persen.
Pemimpin Bank Indonesia (BI) Yogyakarta Dewi Setyowati mengatakan,dari jenis penggunaannya, peningkatan kredit tertinggi sampai November 2011 terjadi pada kredit investasi. Kredit investasi tumbuh sampai 32,16 persen menjadi Rp2,67 triliun. Selanjutnya kredit konsumsi naik 20,39 persen menjadi Rp6,98 triliun. Sedangkan kredit modal kerja naik 18,91 persen menjadi Rp5,80 triliun.
“Tingginya peningkatan kredit investasi sejalan dengan membaiknya perekonomian DIY, antara lain disalurkan ke sektor industri dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran,” kata Dewi kemarin.
Peningkatan kredit konsumsi antara lain dipengaruhi oleh permintaan kredit yang meningkat, suku bunga kredit cenderung menurun, dan pemasaran cukup agresif dari bank mengingat risiko kredit konsumsi lebih terukur. Di samping itu, kredit jenis ini juga di-cover asuransi. Tetapi berdasarkan penelitian Bank Indonesia, sebagian dari kredit konsumsi ini juga digunakan untuk mendukung kegiatan produktif.
“Outstanding kredit bank umum di DIY sebenarnya dapat lebih tinggi jika undisbursed loan direalisasikan. Undisbursed loan sampai akhir bulan Oktober 2011 mencapai Rp1,67 triliun,” tambahnya.
Peneliti Madya Senior Bank Indonesia Yogyakarta Joko Raharto menambahkan, khusus untuk bank syariah, aktivitasnya tumbuh lebih pesat lagi. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 30,94 persen dan pembiayaan meningkat 57,82 persen.
Pemimpin Bank Indonesia (BI) Yogyakarta Dewi Setyowati mengatakan,dari jenis penggunaannya, peningkatan kredit tertinggi sampai November 2011 terjadi pada kredit investasi. Kredit investasi tumbuh sampai 32,16 persen menjadi Rp2,67 triliun. Selanjutnya kredit konsumsi naik 20,39 persen menjadi Rp6,98 triliun. Sedangkan kredit modal kerja naik 18,91 persen menjadi Rp5,80 triliun.
“Tingginya peningkatan kredit investasi sejalan dengan membaiknya perekonomian DIY, antara lain disalurkan ke sektor industri dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran,” kata Dewi kemarin.
Peningkatan kredit konsumsi antara lain dipengaruhi oleh permintaan kredit yang meningkat, suku bunga kredit cenderung menurun, dan pemasaran cukup agresif dari bank mengingat risiko kredit konsumsi lebih terukur. Di samping itu, kredit jenis ini juga di-cover asuransi. Tetapi berdasarkan penelitian Bank Indonesia, sebagian dari kredit konsumsi ini juga digunakan untuk mendukung kegiatan produktif.
“Outstanding kredit bank umum di DIY sebenarnya dapat lebih tinggi jika undisbursed loan direalisasikan. Undisbursed loan sampai akhir bulan Oktober 2011 mencapai Rp1,67 triliun,” tambahnya.
Peneliti Madya Senior Bank Indonesia Yogyakarta Joko Raharto menambahkan, khusus untuk bank syariah, aktivitasnya tumbuh lebih pesat lagi. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 30,94 persen dan pembiayaan meningkat 57,82 persen.
()