Bangun kantor, BNI Syariah investasi Rp61 miliar

Sabtu, 31 Desember 2011 - 16:22 WIB
Bangun kantor, BNI Syariah...
Bangun kantor, BNI Syariah investasi Rp61 miliar
A A A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah tahun depan menginvestasikan dana sekitar Rp61 miliar guna membangun 10 kantor cabang, 30 kantor cabang pembantu (KCP), dan 55 kantor untuk pembiayaan unit mikro di seluruh Indonesia.

Rinciannya, untuk 10 kantor cabang menelan investasi sekitar Rp21 miliar. Sedangkan untuk 30 KCP paling tidak membutuhkan investasi Rp21 miliar. Untuk membangun sebuah kantor cabang, dibutuhkan dana Rp1,5 miliar. Untuk sebuah KCP, sekitar Rp700 juta. Sedangkan untuk investasi untuk kantor pembiayaan unit mikro Rp25 miliar. Estimasinya, per kantor membutuhkan dana Rp500 juta.

Direktur Utama Bank PT BNI Syariah Rizqullah Thohuri mengatakan, pengembangan jaringan ini dilakukan guna memperluas layanan pada nasabah dan meningkatkan kinerja bank. Tak hanya itu, pembangunan kantor cabang dan KCP ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja, khususnya yang ahli dalam bidang perbankan syariah.

”Perbankan syariah tiap tahun terus berkembang. Sebab,minat masyarakat terhadap layanan perbankan jenis ini cukup tinggi. Sehingga, untuk memperluas layanan, kami mengembangkan cabang dan juga cabang pembantu,” ujarnya.

Untuk pembangunan kantor pembiayaan unit mikro, kata Rizqullah, tahun depan ia berupaya untuk fokus pada pembiayaan unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan plafon mulai Rp5 juta hingga Rp500 juta.Saat ini, BNI Syariah memilik 38 kantor cabang dan hampir 100 kantor cabang pembantu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk Wilayah VIII juga menggenjot pengucuran kredit sektor UMKM melalui program kemitraan. Untuk Program kemitraan,Bank Mandiri menawarkan kredit dengan plafon maksimal Rp30 juta untuk perorangan dengan tenor maksimal tiga tahun dan bunga enam persen flat.

”Jika nanti kebutuhan dananya lebih besar, kami menawarkan Kredit Mikro dengan plafon hingga Rp250 juta,” ujar Deputy Regional Manager Bank Mandiri Kanwil VIII Surabaya Jasmin.

Program Kemitraan, perseroan berkode emiten BMRI itu penyalurannya lebih ke sektor kelautan dan pertanian.Untuk sektor kelautan, disalurkan program kemitraan pada Koperasi Nelayan Kelola Mina Laut di Madura. Untuk pertanian lebih khusus di bidang pembenihan Jagung dan Kedelai. Untuk Jagung terdapat di daerah Bojonegoro. Sedangkan Kedelai di daerah Ponorogo.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
1 jam yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
1 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
5 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved