PT INKA gencar tingkatkan market share
Sabtu, 31 Desember 2011 - 17:31 WIB
PT INKA gencar tingkatkan market share
A
A
A
Sindonews.com – PT Industri Kereta Api (PT INKA) akan gencar melakukan peningkatan share market-nya untuk kontrak produksi dengan perusahaan swasta dan luar negeri.
Proyek pembuatan kereta dan lokomotif oleh Inka selama ini masih didominasi proyek pesanan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api (KA).
Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) PT INKA Fathor Rasyid menjelaskan, dari sekian pesanan kereta selama 2011, 70 persen diantaranya merupakan pesanan pemerintah.
”Sedangkan kereta pesanan PT KA sekitar 15 persen dan 15 persen sisanya pesanan perusahaan swasta dalam negeri dan luar negeri,” jelasnya, kemarin.
Beberapa produk kereta pesanan pemerintah yang sudah diselesaikan selama 2011 diantaranya sepuluh set KA Ekonomi AC, tiga set Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE), tiga set Kereta Rel Listrik (KRL) repowering, sepuluh set KRL KfW, tiga lokomotif, satu set railbus, satu set kereta inspeksi, dan satu set kereta kedinasan.
Sedangkan yang dari luar negeri adalah kereta penumpang pesanan Malaysia dan kereta pengangkut barang pesanan Singapura oleh PT INKA yang harus molor. Pembuatan kereta ini seharusnya selesai hingga akhir tahun 2011.
”Untuk yang Malaysia nilai kontraknya sekitar Rp60 milliar dan Singapura sekitar Rp20 miliar,” katanya.
Direktur Utama PT INKA Roos Diatmoko menambahkan, karena ada desain yang masih harus diperbaiki sesuai keinginan pemesan,maka penyelesaian pesanan dari luar negeri ini terpaksa molor dan dimasukkan dalam proyek tahun depan. Saat ini Inka juga sedang melakukan penjajakan dengan sebuah perusahaan di Malaysia untuk pembuatan lokomotif tahun depan. Tahun 2012, INKA menargetkan nilai penjualan hingga Rp1 triliun.
Sekedar informasi, transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mampu memberikan keberhasilan dan mendapatkan solusi terbaik untuk perbaikan transportasi kereta api. Dalam persaingan global, BUMN yang didirikan tahun 1981 ini mengembangkan berbagai jenis produk di bawah kendali sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kemitraan global.
Melalui perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya beradaptasi terhadap persaingan global, PT INKA memasuki dunia bisnis ini dengan mengedepankan nilai-nilai integritas, profesional dan kualitas.
Dalam menghadapi tantangan dunia bisnis ke depan, PT INKA tidak hanya bergelut dalam produk-produk perkeretaapian, namun menghasilkan produk lain yang lebih luas yang mampu memberikan kontribusi terhadap permintaan infrastruktur dan sarana transportasi.
PT INKA melakukan joint venture dengan General Electric dalam memproduksi lokomotif. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produksi juga ditujukan untuk ekspor terutama ke Malaysia.
Proyek pembuatan kereta dan lokomotif oleh Inka selama ini masih didominasi proyek pesanan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api (KA).
Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) PT INKA Fathor Rasyid menjelaskan, dari sekian pesanan kereta selama 2011, 70 persen diantaranya merupakan pesanan pemerintah.
”Sedangkan kereta pesanan PT KA sekitar 15 persen dan 15 persen sisanya pesanan perusahaan swasta dalam negeri dan luar negeri,” jelasnya, kemarin.
Beberapa produk kereta pesanan pemerintah yang sudah diselesaikan selama 2011 diantaranya sepuluh set KA Ekonomi AC, tiga set Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE), tiga set Kereta Rel Listrik (KRL) repowering, sepuluh set KRL KfW, tiga lokomotif, satu set railbus, satu set kereta inspeksi, dan satu set kereta kedinasan.
Sedangkan yang dari luar negeri adalah kereta penumpang pesanan Malaysia dan kereta pengangkut barang pesanan Singapura oleh PT INKA yang harus molor. Pembuatan kereta ini seharusnya selesai hingga akhir tahun 2011.
”Untuk yang Malaysia nilai kontraknya sekitar Rp60 milliar dan Singapura sekitar Rp20 miliar,” katanya.
Direktur Utama PT INKA Roos Diatmoko menambahkan, karena ada desain yang masih harus diperbaiki sesuai keinginan pemesan,maka penyelesaian pesanan dari luar negeri ini terpaksa molor dan dimasukkan dalam proyek tahun depan. Saat ini Inka juga sedang melakukan penjajakan dengan sebuah perusahaan di Malaysia untuk pembuatan lokomotif tahun depan. Tahun 2012, INKA menargetkan nilai penjualan hingga Rp1 triliun.
Sekedar informasi, transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mampu memberikan keberhasilan dan mendapatkan solusi terbaik untuk perbaikan transportasi kereta api. Dalam persaingan global, BUMN yang didirikan tahun 1981 ini mengembangkan berbagai jenis produk di bawah kendali sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kemitraan global.
Melalui perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya beradaptasi terhadap persaingan global, PT INKA memasuki dunia bisnis ini dengan mengedepankan nilai-nilai integritas, profesional dan kualitas.
Dalam menghadapi tantangan dunia bisnis ke depan, PT INKA tidak hanya bergelut dalam produk-produk perkeretaapian, namun menghasilkan produk lain yang lebih luas yang mampu memberikan kontribusi terhadap permintaan infrastruktur dan sarana transportasi.
PT INKA melakukan joint venture dengan General Electric dalam memproduksi lokomotif. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produksi juga ditujukan untuk ekspor terutama ke Malaysia.
()