Ekspor ikan dan kerajinan Bali turun

Jum'at, 06 Januari 2012 - 18:03 WIB
Ekspor ikan dan kerajinan...
Ekspor ikan dan kerajinan Bali turun
A A A
Sindonews.com - Nilai ekspor barang asal Bali ke berbagai negara tujuan periode Januari hingga November 2011 mengalami penurunan hingga 1,6 persen, dibandingkan tahun 2010 pada periode sama.

Berdasar data di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali menunjukkan periode Januari sampai November 2010, ekspor mencapai USD 469 juta.

"Namun, pada periode yang sama tahun 2011, jumlah itu menurun menjadi USD 462 juta," kata Kepala Disperindag Provinsi Bali I Gde Darmaja kepada wartawan di kantornya, Jumat (6/1/2012).

Dia mengatakan, dari 104 negara tujuan ekspor, penurunan ekspor tertinggi terjadi pada hasil kerajinan dan perikanan.

Pada periode Januari hingga November 2011, lanjut Darmaja, lima besar tujuan ekspor barang dari Bali meliputi, Amerika, Eropa Barat, Jepang, Autralia dan negara-negara Asia.

Untuk ekspor kerajinan mengalami penurunan sampai 7 persen, sedangkan perikanan turun mencapai 12 persen. Padahal, lanjut dia, permintaan ikan ke negara tujuan ekspor cukup tinggi, terutama permintaan terhadap ikan tuna.

Masih menurut I Gde, kondisi tersebut disebabkan adanya masalah internal, sehingga permintaan ikan ke negara tujuan tidak terpenuhi. Permasalah internal dimaksud adalah masih banya nelayan Bali yang takut menangkap ikan yang jauh dari daratan akibat peralatan tangkap ikan belum canggih.

"Selain itu, permasalah yang lain adalah masih mahalnya bahan baku, seperti bahan bakar minyak (BBM) sebagai penunjang nelayan melakukan pekerjaannya menangkap ikan. Jadi, semua itu murni faktor internal yang mempengaruhi penurunan ekspor," ungkapnya.

Kondisi tersebut berbeda dengan penurunan ekspor kerajinan, yang sebagian besar dipengaruhi faktor external. Faktor eksternal itu seperti berkurangnya permintaan ekspor kerajinan, terutama pada negara-negara yang masih bergelut dengan krisis keuangan global.

"Selain itu, tahun 2011 persaingan ekspor kerajinan semakin meningkat, bahkan peraturan masuknya ekspor juga semakin ketat," tutupnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
2 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
3 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
3 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
3 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
4 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved