Bank Mandiri penyalur kredit sindikasi terbesar 2011

Minggu, 08 Januari 2012 - 18:24 WIB
Bank Mandiri penyalur...
Bank Mandiri penyalur kredit sindikasi terbesar 2011
A A A
Sindonews.com - PT Bank Mandiri (Persero) mengklaim sebagai penyalur kredit sindikasi terbesar di Indonesia sepanjang 2011. Kredit sindikasi yang ditangani Bank Mandiri tahun lalu mencapai USD 1,813 miliar atau setara dengan Rp16,7 triliun.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok menyatakan, menurut data Bloomberg, hanya terdapat tiga bank nasional yang masuk dalam jajaran 10 besar mandated arranger, bahkan Mandiri menempati posisi teratas. Pangsa pasar Bank Mandiri untuk mandated arranger saat ini sebesar 12,4 persen atau tumbuh 3,7 persen dibandingkan tahun 2010.

"Salah satu project financing terbesar yang ditangani Bank Mandiri tahun lalu adalah pembiayaan kepada PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang mencapai Rp4,3 triliun," ungkap Fransiska dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (8/1/2012).

Menurut Fransiska, Bank Mandiri menjadi mandated lead arranger untuk pembiayaan dalam denominasi rupiah sebesar Rp1,35 triliun dan valas sebesar USD337 juta di mana kontribusi Bank Mandiri dalam pembiayaan sindikasi ini sebesar Rp1,2 triliun dan USD162,7 juta. Nilai ini setara dengan Rp2,7 triliun.

”Kami berkomitmen untuk meningkatkan peran aktif dalam mendukung upaya pengembangan bisnis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui aliansi dengan bank lain. Sebab, dengan aliansi, peran perbankan dalam mendukung ekonomi dapat lebih optimal,” lanjut dia.

Selain itu, lanjut Frasiska, pencapaian anak perusahaan Mandiri, PT Mandiri Sekuritas (Mansek) juga terus naik. Mansek sepanjang tahun 2011 lalu melakukan penjaminan emisi mencapai Rp11,70 triliun.

"Angka ini merupakan nilai total penjaminan emisi dari 22 perusahaan yang ditanganinya. Selain itu, di tahun ini Mandiri Sekuritas juga turut menangani rights issue Bank Mandiri senilai Rp11,68 triliun yang merupakan nilai rights issue terbesar yang dilakukan oleh bank di Indonesia hingga saat ini," tandasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
1 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved