Produksi turun, Indonesia impor jagung

Rabu, 11 Januari 2012 - 09:00 WIB
Produksi turun, Indonesia...
Produksi turun, Indonesia impor jagung
A A A
Sindonews.com – Kurang pasokan serta menurunnya produksi jagung dalam negeri membuat pemerintah berencana untuk melakukan impor. Impor jagung tersebut rencananya berasal dari Argentina dan India.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Syahrul R Sempurnajaya menyebutkan, produksi jagung pada 2011 turun 1,1 juta ton atau 5,99 persen menjadi 17,23 juta ton pipilan kering dibandingkan produksi sepanjang 2010.

“Sementara kebutuhan jagung di dalam negeri pada tahun ini mencapai 22 juta ton, sehingga kebutuhan jagung harus dipasok melalui impor,” kata Syahrul di Jakarta kemarin.

Menurutnya, realisasi impor jagung hingga Oktober 2011 sudah mencapai 2,9 juta ton. Sebagian besar jagung impor tersebut berasal dari Argentina.

Argentina sejauh ini berkontribusi memasok kebutuhan jagung dalam negeri sekira 70 persen terhadap total volume impor per bulan. Kemudian disusul India, yang berkontribusi sekira 10 persen. Sementara itu di pasar internasional, menurut dia terjadi kenaikan harga jagung. Kenaikan itu dipicu kekhawatiran adanya potensi penurunan produksi jagung di Amerika Selatan.

Melemahnya dolar, juga menjadi salah satu pendorong kenaikan harga komoditas ini. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri, impor tak terhindarkan.

“Kami perkirakan impor masih di atas 1 juta ton, karena konsumsi meningkat,” kata Sudirman. Menurutnya, sepanjang 2012, kebutuhan jagung untuk industri saja mencapai angka 6 juta ton.

Dia berharap ada peningkatan produksi jagung di dalam negeri agar impor jagung bisa berkurang. Karena produksi jagung yang terus merosot, angka impor jagung selama Januari sampai November 2011 mencapai 3 juta ton.

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menyebutkan, nilai impor jagung sepanjang periode Januari–November 2011 mencapai USD967,33 juta. Nilai impor ini melampaui realisasi impor jagung selama jangka waktu yang sama pada 2010 sebesar 1,52 juta ton dengan nilai USD369,07 juta. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
7 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
9 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved