16.539 perusahaan sudah miliki NIK

Rabu, 11 Januari 2012 - 15:25 WIB
16.539 perusahaan sudah...
16.539 perusahaan sudah miliki NIK
A A A
Sindonews.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan mencatat, hingga hari ini sebanyak 16.539 perusahaan sudah memiliki nomor induk kepabeanan (NIK) sebagai syarat menjalankan aktivitas perdagangan ekspor-impor.

Deputi Menko Perekonomian bidang perdagangan dan industry Edy Putra Irawady mengatakan, NIK merupakan panduan registrasi pelaku usaha ekspor impor termasuk Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan pengangkutan, sesuai amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.63/PMK.042/2012 tentang registrasi kepabeanan.

"Hingga hari ini yang sudah memiliki NIK 16.539 perusahaan. Dari jumlah tersebut, eksportir-importir yang aktif sekitar 10.000-12.000," ungkap Edy di Jakarta, Rabu (11/1/2012).

Dia mengklaim, data tersebut sudah sangat representative mewakili jumlah pengguna jasa kepabeanan. Indikatornya adalah perbandingan antara jumlah perusahaan yang memiliki NIK dengan pelaku usaha kepabeanan yang masih aktif hingga saat ini.

Hal tersebut disampaikan mengingat banyaknya keluhan dari pengusaha untuk penundanaan pemberlakuan NIK sampai enam
bulan kedepan dengan alasan kelengkapan data yang dibutuhkan. Menurutnya, tidak ada alasan yang substansi untuk penundanaan pemberlakuan NIK mengingat data yang ada sudah representative.

"Ini diberlakukan karena kita ingin tertib dan mudah mengontrol aktivitas kepabeanan," ucapnya.

Dia mengakui, selama ini banyak eksportir dan importir yang tidak jelas dan perlu ditertibkan. Pihaknya juga telah bertemu dengan kalangan pengusaha untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Edy menuturkan, kalangan pengusaha sudah mampu menerima pemberlakuan aturan ini.

Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai Susiwijono menambahkan, sosialisasi terkait aturan kepabeanan, utamanya NIK, sudah dilakukan sejak Juni 2011. "Kita sudah lakukan lebih dari 30 kali di Jakarta dan kota-kota besar. Kita juga sudah sosialisasikan melalui media massa," kata Susi di tempat yang sama.

Susi mengatakan, pihaknya berjanji membantu memfasilitasi pelaku usaha untuk layanan NIK. Ditjen Bea Cukai juga menyiapkan posko di seluruh kantor KPP bea cukai untuk menyelesaikan persoalan yang ada di lapangan terkait kepabeanan. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
14 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
44 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Vajiralongkorn, Raja...
Vajiralongkorn, Raja Terkaya di Dunia yang Miliki 52 Kapal Emas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved