Tim jajak pasar bandara Kertajati segera dibentuk
Sabtu, 14 Januari 2012 - 13:02 WIB
Tim jajak pasar bandara Kertajati segera dibentuk
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat segera membentuk tim market sounding (jajak pasar) untuk merintis bisnis penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dalam waktu dekat.Tim ini dibentuk guna menarik minat, keseriusan, dan persepsi dari pihak swasta demi optimalisasi pengelolaan BIJB termasuk prospek bisnis aerocity.
“Komunikasi yang selama ini dilakukan dengan swasta, itu dilakukan secara riil. Maka dalam waktu dekat, minggu ini atau minggu depan akan segera dibentuk tim market sounding yang terdiri dari tim dari Pemprov Jabar, BUMD, dunia usaha dari Kadin, dan kita libatkan pula direktur bandara pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub,” papar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan seusai menerima kunjungan Wakil Menteri Perhubungan di Gedung Pakuan Jalan Otista, Jumat, 13 Januari 2012.
Menurut dia, bandar udara yang terkait dengan bisnis penerbangan ini jangan sampai terjadi ketimpangan di antara keduanya. Dia menegaskan, sangat tidak diharapkan ketika bandara sudah ada, tetapi penerbangannya mandek. Karena itu, pemerintah dan swasta harus memperhitungkan persoalan tersebut. Bahkan, lanjut dia, infrastruktur penunjang optimalisasi BIJB Kertajati tersebut sudah dilakukan pemerintah pusat,di mana pada akhir 2011 lalu sudah dilakukan ground breaking untuk jalan tol Cikopo- Palimanan.
"Ketika nanti jalan tol Cisumdawu jadi, maka di kilometer 100 itulah bisa akses ke Bandara Kertajati. Dulu Bandara Kertajati ini tidak jadi-jadi, karena enggak ada sarana penghubungnya. Sekarang sedang dibangun dua-duanya,” ucap Heryawan.
BIJB Kertajati, menurutnya akan berdampak pada kemudahan perhubungan udara di kawasan tengah hingga timur Jawa Barat. Selain Bandung, daerah ini meliputi Indramayu, Sumedang, Cirebon, termasuk daerah Priangan Timur, yakni Garut, Kuningan, Ciamis, Majalengka. Heryawan menambahkan, BIJB Kertajati sudah dalam proses pembangunan.
Proses pembebasan lahannya pun sudah mencapai 634 hektare dari 1.800 hektare yang dibutuhkan.Lahan yang sudah dibebaskan tersebut untuk kebutuhan pokok bandara, sedangkan sisanya yang belum dibebaskan untuk kebutuhan area aerocity.
“Komunikasi yang selama ini dilakukan dengan swasta, itu dilakukan secara riil. Maka dalam waktu dekat, minggu ini atau minggu depan akan segera dibentuk tim market sounding yang terdiri dari tim dari Pemprov Jabar, BUMD, dunia usaha dari Kadin, dan kita libatkan pula direktur bandara pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub,” papar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan seusai menerima kunjungan Wakil Menteri Perhubungan di Gedung Pakuan Jalan Otista, Jumat, 13 Januari 2012.
Menurut dia, bandar udara yang terkait dengan bisnis penerbangan ini jangan sampai terjadi ketimpangan di antara keduanya. Dia menegaskan, sangat tidak diharapkan ketika bandara sudah ada, tetapi penerbangannya mandek. Karena itu, pemerintah dan swasta harus memperhitungkan persoalan tersebut. Bahkan, lanjut dia, infrastruktur penunjang optimalisasi BIJB Kertajati tersebut sudah dilakukan pemerintah pusat,di mana pada akhir 2011 lalu sudah dilakukan ground breaking untuk jalan tol Cikopo- Palimanan.
"Ketika nanti jalan tol Cisumdawu jadi, maka di kilometer 100 itulah bisa akses ke Bandara Kertajati. Dulu Bandara Kertajati ini tidak jadi-jadi, karena enggak ada sarana penghubungnya. Sekarang sedang dibangun dua-duanya,” ucap Heryawan.
BIJB Kertajati, menurutnya akan berdampak pada kemudahan perhubungan udara di kawasan tengah hingga timur Jawa Barat. Selain Bandung, daerah ini meliputi Indramayu, Sumedang, Cirebon, termasuk daerah Priangan Timur, yakni Garut, Kuningan, Ciamis, Majalengka. Heryawan menambahkan, BIJB Kertajati sudah dalam proses pembangunan.
Proses pembebasan lahannya pun sudah mencapai 634 hektare dari 1.800 hektare yang dibutuhkan.Lahan yang sudah dibebaskan tersebut untuk kebutuhan pokok bandara, sedangkan sisanya yang belum dibebaskan untuk kebutuhan area aerocity.
()