Laris, pesanan mobil Esemka tembus 5.000 unit

Selasa, 17 Januari 2012 - 11:50 WIB
Laris, pesanan mobil...
Laris, pesanan mobil Esemka tembus 5.000 unit
A A A
Sindonews.com – Mobil Esemka karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Solo dan SMK Warga Solo terus mendapat banyak sambutan positif meski kehadirannya menimbulkan pro dan kontra.

Bahkan kini, pesanan mobil tersebut telah mencapai 5.000 unit lebih. Direktur Pelayanan dan Pengembangan Solo Tehcnopak (STP) Gampang Sarwono mengatakan, pesanan mobil itu datang dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk memenuhi pesanan mobil tersebut nantinya akan melibatkan sebanyak 23 SMK dan ratusan usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dalam sektor tersebut.

Dalam perakitan mobil itu tidak akan melibatkan pengusaha besar, tetapi lebih mengedepankan dari kemampuan para pelajar SMK dan suku cadangnya diambilkan dari hasil UKM yang telah lolos seleksi.

Jadi nantinya akan banyak UKM yang terlibat dalam sektor industri mobil dalam negeri ini, sekaligus mengangkat mereka agar bisa lebih baik dan maju dengan otomatis meningkatkan perekonomian di tanah air. Gampang mengatakan, sementara dari para pelajar SMK juga terus bisa belajar dalam meningkatkan kualitasnya.

“Jadi nanti kita bisa bangga bahwa mobil-mobil itu semua buatan dalam negeri. Sebanyak 80 persen komponen dibuat dalam negeri,” jelasnya.

Soal kemampuan produksi mobil yang akan dibuat, Gampang mengaku, belum bisa diketahui, karena perencanaan bisnis baru dibuat. Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) juga mengajak semua pihak mendukung pengembangan mobil Esemka di industri automotif nasional.

“Mobil Esemka ini seperti bayi yang baru lahir. Jadi memang tidak sepadan kalau dicompare dengan mobil yang sudah merintis sejak 60 tahun atau 40 tahun lalu,”kata Jokowi.

Jokowi mengaku menerima tawaran kerjasama pengembangan mobil Esemka dari berbagai perusahaan berskala menengan maupun skala besar.Dikatakannya, dia kini berkonsentrasi menjalin kerjasama dengan Pertamina dalam hal mem-brandingmobil Esemka.

Selanjutnya, Jokowi menggiring investasi industri di STP, mengingat fasilitas tersebut masih memiliki lahan yang cukup luas.Porsi bisnis STP adalah 50 persen dari total jenis kegiatan di sana yang terakomodasi empat hektare luas lahan STP.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
15 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
18 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
21 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
22 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved