Investasi besar, Pertamina proteksi kilang

Selasa, 17 Januari 2012 - 17:12 WIB
Investasi besar, Pertamina...
Investasi besar, Pertamina proteksi kilang
A A A
Sindonews.com - Pertamina akan melakukan proteksi terhadap produk kilang sendiri karena merupakan nilai investasi yang besar.

"Kalau saya bilang ini adalah kebijakan pemerintah karena masuk dalam hal penjagaan energi nasional," ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan yang ditemui dalam acara Kebijakan Pemanfaatan Gas Bumi di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Karen menegaskan dalam persoalan ini, Pertamina akan sesegera mungkin untuk menyampaikan kepada presiden. "Ini nantinya yang akan kami sampaikan karena kita ada investasi yang besar untuk membangun dua kilang baru, hal ini harus ada proteksi untuk produk kilang pertamina yaitu harganya. Contohnya mereka tidak boleh mengambil dari luar sebelum produksi kilang kita habis terjual. Mereka juga wajib beli dari Pertamina jika Pertamina ada kelebihan maka dia harus beli," pungkasnya.

Sebagai bahan perbandingan Karen mencoba dengan menggambarkan negara malaysia yang juga melakukan proteksi kilang minyak."Jika saya bilang ini adalah kebijakan pemerintah. Saya ingin membandingkan dengan Malaysia, SPBU Shell itu boleh berdiri karena mereka membuat kilang. Di Indonesia sendiri kita tidak punya kilang tetapi boleh membangun SPBU," ujarnya kepada Sindonews.

Terkait guna memenuhi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2012 untuk meningkatkan rata-rata produksi minyak 1,01 juta barel per hari (bph) di 2014, PT Pertamina (Persero) akan membangun dua kilang baru di Balongan dan Tuban.

"Kita mengharapkan membuat dua kilang baru nanti sudah bisa menutupi kebutuhan nantinya. Rencananya Balongan dan Tuban di 2014," ujar Karen.

Dirinya mengatakan kilang yang akan dibangun tersebut mempunyai kapasitas 300 ribu barel sehingga produksi minyak 1,01 bph akan terpenuhi. "Oleh sebab itu harus ada dua kilang baru yang kapasitasnya 300 ribu barel per kilang," tegasnya.

Lebih lanjut Karen menambahkan pembangunan dua kilang baru tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan terhadap Pertamax atau BBM nonsubsidi sehingga nantinya pembeli Pertamax akan dilayani secara ekskutif.

"Maka yang beli Pertamax harus mendapatkan servis yang lebih baik. Oleh sebab itu yang pakai Pertamax akan diberikan pelayanan eksekutif seperti antrenya tidak panjang," pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
10 menit yang lalu
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
45 menit yang lalu
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
55 menit yang lalu
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
2 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
2 jam yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved