Konsumsi produk tekstil naik 50%

Rabu, 18 Januari 2012 - 11:48 WIB
Konsumsi produk tekstil...
Konsumsi produk tekstil naik 50%
A A A
Sindonews.com - Didorong oleh konsumsi tekstil lokal yang tinggi membuat porsi produk tekstil (TPT) di pasar domestik akan meningkat menjadi 50 persen.

“Biasanya, porsi kita di pasar domestik hanya sekitar 40 persen. Digerakkan oleh peningkatan konsumsi tekstil,” ucap Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman di Jakarta, Rabu (18/1/2012).

Nilai konsumsi domestik pada 2010 sendiri mencapai Rp90 triliun. Sedangkan hingga akhir 2011, nilai konsumsi TPT diperkirakan mencapai Rp99 triliun.

Untuk itu, Ade berharap, utilisasi industri TPT yang saat ini masih 70 persen bisa dipacu menjadi 90 persen. Asalkan, kata dia, tidak ada gangguan pasokan energi dan ada ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Sementara, lanjutnya nilai ekspor TPT ditargetkan akan mencapai USD13,7 miliar hingga akhir tahun ini. Jumlah itu naik sekitar lima persen dibandingkan tahun lalu.

Pada awal tahun lalu, nilai ekspor TPT ditargetkan naik 21 persen menjadi USD13,6 miliar dibandingkan tahun 2010 yang mencapai USD11,2 miliar.

Namun, API mengkoreksi target itu menjadi USD13 miliar-USD13,1 miliar di November 2011. Ade juga mengatakan, ekspor TPT nasional biasanya mengalami kenaikan 10 persen per tahun. Namun sejak dua tahun terakhir, ekspor naik sekitar 20 persen per tahun.

“Tapi, tahun 2012, ekspor kemungkinan hanya tumbuh lima persen dibandingkan tahun 2011,” kata Ade .

Sementara, lanjutnya, porsi produk TPT di pasar domestik akan meningkat menjadi 50 persen. Hal itu, jelas Ade, didorong oleh konsumsi tekstil lokal.

Terkait investasi, dia mengatakan, setidaknya ada potensi sebesar Rp3 triliun yang akan ditanamkan oleh para pemain di sektor industri TPT. Terkait harga bahan baku kapas, Ade memperkirakan, akan stabil yakni sekitar USD1-1,2 per kilogram (kg).

“Tahun ini sepertinya akan stabil karena tahun lalu sudah naik-turun banyak, sehingga industri banyak yang mempunyai stok. Untuk purified terephtalic acid (PTA) kemungkinan akan naik karena harga bumi juga naik. Karena itu, banyak yang akan beralih ke rayon, sehingga harganya juga akan naik terus,” tandasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved